Ramadan sebagai Pesantren Kilat Kehidupan

156
kilat
Sumber Foto Bincangmuslimah.com

Bulan Ramadan merupakan bulan istimewa dan penuh kebahagiaan bagi umat muslim. Pada bulan ramadan seluruh umat muslim di wajibkan menjalankan ibadah puasa ramadan dan ibadah ibadah Sunnah lainnya yang dilakukan pada bulan ramadan.

Keistimewaan bulan ramadan diantaranya Umat muslim mendapatkan kesempatan dan suasana dalam upaya meningkatkan dan akselerasi dalam penyempurnaan ibadah ibadah dalam proses menuju ketaqwaan sebagai hamba Allah. Bulan Ramadan di sebut sebagai madrasah atau pendidikan bagi umat muslim karena pada bulan ramadan menjadi waktu terbaik untuk bertafakur dan merefleksikan serta muhasabah kualitas ibadah dan penghambaan makhluk untuk mendekatkan diri kepada penciptanya.

Baca juga: Hikmah Puasa sebagai Upaya untuk Sadar Diri

Dalam proses pendidikan keagamaan umat muslim terdapat pendidikan formal seperti sekolah Islam terpadu, madrasah mulai dari tingkat ibtidaiyah hingga Aliyah dan universitas yang berbasis keislaman. Dalam masyarakat terhadap pendidikan informal yang di kembangkan oleh masyarakat dan lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan keagamaan kepada masyarakat seperti pengajian lingkungan dan langgar serta lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.

Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional islam yang ada untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam (tafaqquh fiddin) dengan menekankan moral agama sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari hari. Masjid dan musholla pada bulan ramadan di berbagai tempat sering pesantren kilat ramadan yang di maksudkan memberikan pendidikan kepada anak anak untuk belajar dan memahami ilmu agama Islam dengan baik di sertai praktek Amaliah ibadah sehari hari.

Pesantren Kilat untuk Memperbaiki Diri

Bulan Ramadan secara sederhana dapat dipahami sebagai pesantren kilat bagi kehidupan sehari hari dalam proses pendidikan dan praktek Amaliah ibadah sehari hari sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas keimanan dan ketaqwaan umat muslim.

Bagi muslim yang serius menjalankan ibadah puasa Ramadan tidak hanya melakukan puasa menahan makan dan minum saja dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, namun harus mendapatkan hakikat dan esensi serta hikmah puasa.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi pendidikan dan pembelajaran yang dapat  diambil sabar, syukur dan proses peningkatkan kualitas dan kuantitas menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

Menjadikan Pribadi yang lebih Sabar

Pertama, pesantren kilat Ramadan mengajarkan kita untuk memahami dan mendalami ilmu sabar serta mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari. Sabar adalah hal yang mudah di pelajari namun dalam proses kehidupan sehari hari sangat berat untuk di praktekkan, karena banyaknya ujian dan tantangan yang membuat gagal menjadi pribadi penyabar. Pada bulan ramadan puasa seseorang akan sia sia dan tidak ada artinya sebagai ibadah di mata Allah hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

Hal ini di sebabkan karena puasanya hanya puasa orang awam atau puasa hanya dapat menahan lapar dan dahaga tidak dengan hawa nafsu, menjadikan dirinya di kendalikan dan perbudak oleh hawa nafsu. Perilaku pemarah, benci, dendam, iri hati dan tidak dapat syahwat menjadikan bahan perenungan dan muhasabah diri sebagai evaluasi untuk berubah menuju hal baik. Ramadan tahun ini belajar dengan sungguh-sungguh memahami esensi sabar dan mampu menerapkannya pada aktivitas sehari hari sehingga menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri dan mampu menjadikan pikiran negatif menjadi pikiran positif.

Lebih Bersyukur Dengan apa yang telah Allah Berikan

Pendidikan kedua adalah syukur. Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk bersyukur dengan rezeki yang telah Allah berikan, namun kita sering tidak mensyukuri nikmat yang telah tersedia. Makan dan minum secukupnya pada saat makan sahur dan saat berbuka puasa menjadi nikmat yang seringkali kita abaikan. Menahan makan pada siang hari memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bersyukur selama ini dapat makan dengan baik tidak kekurangan, di saat yang sama banyak saudara kita hanya mampu makan sehari 2 kali, 1 kali bahkan menahan lapar sepanjang hari karena tidak mampu.

Rasa syukur merupakan kunci dalam memaknai kehidupan dan merasakan kenikmatan yang di berikan. Allah telah mengingatkan dalam Alquran “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). Pembelajaran pada bulan ramadan jika dapat di bina dengan baik pada bulan ramadan makan sejatinya menjadi bekal berharga pada bulan bulan lain setelah Ramadan berlalu.

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Pendidikan dan pembentukan karakter seorang muslim sebagai hamba Allah yang terbaik tentunya pada bulan ramadan akan berlomba lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan ramadan. Ramadan menyediakan ladang pahala dari ibadah ibadah yang dapat kita lakukan. Ibadah wajib berlipat ganda dan ibadah- ibadah Sunnah bernilai wajib.

Kesempatan terbaik ini menjadi motivasi untuk berlomba lomba bersemangat melakukan ibadah yang terbaik sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Latihan latihan semangat ibadah dan pembiasaan keseharian aktivitas ibadah menjadi semangat mendarah daging dalam melaksanakan ibadah riang gembira setelah Ramadan.

Bulan Ramadan akan menjadi bulan yang istimewa dan pendidikan bagi umat muslim yang memiliki semangat dan motivasi kuat melatih diri menuju hamba yang bertaqwa. Pesantren kilat menjadi perumpamaan yang tepat bagi bulan ramadan yang memberikan fasilitas terbaik bagi orang yang mau dan bersungguh-sungguh memanfaatkan fasilitas dan suasana bulan suci ramadan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah berfokus melatih diri menjadi pribadi yang bertaqwa. Namun pesantren kilat akan menjadi sia sia jika tidak dapat di maksimalkan untuk berubah dan menjadi pribadi terbaik. Kesempatan tidak datang setiap waktu, jika di sia sia kan maka jangan mengharapkan keberkahan bulan ramadan.

Penulis: Rosyadah Khairani
(Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)