Personal Branding Sebagai Kebutuhan Generasi Milenial

139
Personal Branding Sebagai Kebutuhan Generasi Milenial
Photo by Antenna on Unsplash

Terlahir sebagai manusia, kita dianugrahi segala macam kesempurnaan dan juga lengkap dengan keterbatasannya. Kita sebagai generasi muda dituntut untuk terus mengupgrade kemampuan atau kompetensi yang ada dalam diri kita. Selain itu, sebagai makhluk sosial kita juga hidup berdampingan dengan orang lain dengan berbagai macam karakter, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Dalam kacamata sosial, fakta ini secara tidak langsung menuntut kita untuk senantiasa memacu diri kita agar berada satu langkah di depan orang lain, dalam hal apapun yang positif tentunya. Dalam kaidah Islam kita tidak asing dengan Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), dan salah satu bentuk implementasinya adalah dengan memperkuat personal branding.

Baca juga: Upgrading Profesionalitas Guru Madrasah Sebagai Murobbi

Personal branding adalah cara dimana seseorang membentuk citra dirinya sendiri sehingga persepsi masyarakat akan dirinya terbentuk lewat prestasi, keahlian serta perilaku. Dengan melakukan personal branding, kamu bisa membentuk kepercayaan dan loyalitas dengan orang lain.

Membangun nilai personal branding adalah proses yang dapat disengaja dan juga tidak disengaja. Artinya, kita bisa sekreatif mungkin membangun citra diri sesuai keinginan dengan membangun reputasi seperti apa yang kita ingin orang lain lihat dari diri kita sendiri.

Ada tiga hal mendasar yang merupakan karakteristik yang harus diperhatikan dalam merancang personal brand yang kuat, yaitu memiliki ciri khas, relevan, dan konsisten. Personal branding yang dibangun apabila memiliki ciri khas atau khusus/berbeda, relevan, dan konsisten, maka orang lain atau publik akan cepat menangkap dan memahami personal brand tersebut.

Manfaat dan Tujuan Personal Branding

Generasi milenial harus memiliki personal branding dapat menjadi aset penting untuk meraih kesuksesan. Saat seseorang memiliki personal branding yang kuat maka akan membangun persepsi atau penilaian positif dari orang lain.

Membangun personal branding apabila dikaitkan dengan kinerja yang kita miliki, tujuannya dapat berupa membangun kepercayaan orang lain terhadap kita, ini berkaitan terkait pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang dilakukan. Berikut diantaranya manfaat dari personal branding:

1. Meningkatkan Kredibilitas dan Rasa Percaya Diri

Personal branding yang dibangun dapat diimplementasikan secara nyata sehingga kredibilitas akan terus meningkat. Sebaiknya apa yang ditampilkan di depan publik (orang lain) harus selaras dengan kehidupan nyata agar brand yang dibangun secara personal tidak terlihat seperti dibuat-buat atau berbohong, atau sekarang dikenal dengan istilah pencitraan.

Selain itu, tujuan personal branding adalah menunjukkan keunggulan yang menjadi ciri khas sehingga kepercayaan diri kita juga semakin meningkat.

2. Memperluas Koneksi dan Relasi

Era digital membuat kita tidak sulit untuk membangun koneksi secara luas. Memiliki personal brand yang kuat dapat membantu memperluas dan membangun koneksi dengan orang-orang berbagai bidang. Hal tersebut juga dapat membantu kita untuk bertemu dengan mentor yang pastinya dapat membantu berkembang dalam dunia profesional.

3. Meningkatkan dan Mengembangkan Kemampuan

Personal branding yang dibangun seiring berjalannya waktu membantu kita untuk menunjukkan dan mengembangkan kemampuan yang kita miliki. Kita juga menjadi lebih fokus untuk bisa mengenali diri secara strategis dan detail.

Personal Branding menjadi salah satu life hack yang rasanya perlu dimiliki oleh seluruh kalangan, utamanya generasi milenial yang sedang berada di fase survive dan mencari jati diri dalam kehidupan. Personal branding memang sangat penting dalam segala bidang.

Sebelum itu, penting juga bagi kita untuk mengenal lebih jauh kelemahan dan kelebihan diri sendiri sehingga kita bisa menemukan keunikan dalam diri sendiri yang menjadi modal utama dalam strategi personal branding.

Penulis: M. Hilmy Daffa Fadhilah
(Mahasiswa PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)