Karir: Keyakinan Hidup atau Kemauan Orang Tua

150
Antara Persepsi Harapan Orang Tua Dengan Pemilihan Karir Anak
Photo by Steve Wiesner on Unsplash

Menjadi seorang yang mandiri dan sukses dalam karir di masa depan merupakan harapan setiap manusia, terlebih lagi pasti akan jadi harapan setiap orang tua agar anak-anaknya memiliki karir yang sukses di masa depan. Berbicara mengenai karir, hal itu sangat identik dengan bidang pekerjaan.

Banyak orang yang mengemukakan bahwa pekerjaan dengan karir merupakan dua hal yang berbeda. Pekerjaan adalah suatu hal yang dilakukan oleh setiap individu sebagai jalan untuk mendapatkan penghasilan. Jadi dapat dikatakan bahwa pekerjaan adalah sibuknya seseorang mengerjakan sesuatu dan mendapat imbalan ekonomis atas usaha yang dilakukan. Sedangkan karir dapat dikatakan  sebagai proyek jangka panjang dalam kehidupan setiap individu.

Karir juga didefinisikan sebagai proses membentuk perjalanan seumur hidup yang berawal dari proses pengelolaan kemampuan diri dan ilmu pengetahuan. Di dalam proses pengelolaan kemampuan diri dan ilmu pengetahuan tersebut pastinya melibatkan banyak faktor-faktor internal seperti bakat dan minat dari dalam diri, serta faktor eksternal seperti teman, keluarga, dan lainnya.

Baca juga: Akselerasi Digital dalam Representasi Hari Pahlawan

Pemilihan karir tidak cukup hanya berkaitan dengan pekerjaan saja, tetapi pemilihan karir akan berkaitan dengan serangkaian kegiatan yang dipilih oleh setiap orang untuk dijalankan sepanjang perjalan hidupnya yang nantinya akan berkaitan dengan pekerjaan, jabatan, dan pendidikan. Tentu saja pemilihan karir ini dipengaruhi oleh banyak faktor.

Baik faktor dari dalam diri maupun dari luar akan bersama-sama membentuk kemampuan yang baik dalam pemilihan karir tersebut. Faktor dari luar misalnya, lingkungan, kultural geografis, pendidikan, ekonomi, dukungan, motivasi, dan kesempatan yang terbuka. Faktor dari dalam seperti, psikologis, kemampuan, keterampilan, minat, sifat kepribadian, pemahaman dan pengetahuan.

Faktor Pendukung Yang mempengaruhi Pemilihan Karir

Pemilihan karir bukanlah suatu keputusan yang dapat diambil dengan singkat dan mudah. Anak sering kali dalam pengambilan keputusan untuk karirnya diselimuti dengan kebimbangan, ketidakpastian, stress, rasa gelisah, dan takut. Untuk mendapatkan hasil pemilihan karir yang tepat, setiap orang harus mempertimbangkan banyak faktor-faktor yang terlibat, baik faktor internal seperti bakat, minat, kemampuan, dan lainnya, serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti keluarga atau orang tua.

Jika keseluruhan faktor tersebut dapat mendukung satu sama lain, maka hasil pemilihan karir yang dilakukan akan sesuai. Namun sebaliknya jika faktor tersebut tidak mendukung, maka hasil dari pemilihan karir terasa kurang sesuai.

Keluarga, khususnya orang tua adalah salah satu faktor yang sangat kuat pengaruhnya dalam pemilihan karir setiap anak. Orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam setiap proses pemilihan karir anak. Pengambilan keputusan pada  anak tentang pemilihan karir sedikit banyak akan dipengaruhi faktor keluarga yakni orang tua.

Sering kali, karena tidak adanya persetujuan atau dukungan dari orang tua, anak merasa kurang semangat untuk mengejar atau menjelajahi kemungkinan karir yang beragam. Bentuk dukungan tersebut dapat dilihat dari bagaimana komunikasi antara orang tua dan anak, bagaimana bentuk dorongan dan dukungan yang orang tua berikan kepada anaknya.

Persepsi Anak Terhadap Harapan Orang Tua

Bahkan orang tua tanpa sadar bisa saja bersikap yang terlihat menaruh harapan berlebihan dan tidak realistis pada anaknya. Dari cara bagaimana orang tua menaruh harapan pada anak dan cara mengkomunikasikan harapan tersebut kepada anaknya akan menumbuhkan persepsi-persepsi pada anak mengenai harapan orang tuanya tersebut.

Persepsi yang timbul pasti berbeda antara anak yang satu dengan anak yang lain, sebagian bisa saja mengartikan harapan orang tuanya sebagai sesuatu yang positif dan yang lain menganggap harapan orang tua sebagai sesuatu yang negatif.

Keluarga yang memiliki cara berkomunikasi dengan anaknya secara baik akan mampu menciptakan kondisi yang dapat menimbulkan pengalaman-pengalaman positif pada anak. Pengalaman positif ini nantinya yang akan bermanfaat bagi proses berpikir dan pembentukan persepsi yang positif pada anak jika mereka menghadapi situasi lain dalam kehidupannya.

Persepsi anak terhadap orang tua memiliki hubungan kuat dengan proses pengambilan keputusan terlebih lagi pemilihan karir. Setiap pembuatan keputusan memerlukan interpretasi dan evaluasi terhadap informasi lingkungan terlebih dahulu.

Jika persepsi yang tumbuh dalam diri anak adalah persepsi yang positif, maka anak akan menganggap harapan orang tua sebagai sesuatu yang baik untuk dirinya dan akan menjadikan harapan orang tuanya sebagai motivasi dan dukungan dalam melakukan pemilihan karir untuk mendapatkan pilihan yang sesuai dengan dirinya.

Namun, jika persepsi yang timbul adalah persepsi yang negatif, maka anak akan menganggap bahwa harapan orang tua sebagai sesuatu yang kurang baik untuk dirinya, bahkan sebagaian mungkin akan menganggap harapan orang tua sebagai tekanan bagi dirinya. Hal ini akan membawa pengaruh yang buruk pada anak, karena semakin negatif persepsi anak pada harapan orang tuanya, maka semakin menghadirkan kebingungan dan kebimbangan pada anak dalam melakukan pemilihan karir.

Anak akan merasa bingung dan bimbung harus memilih karir sesuai kehendak dan harapan orang tuanya atau mengikuti keinginan pribadinya. Ketika anak merasa didukung sepenuh hati oleh orang tua nya, mereka akan memiliki keterampilan lebih dalam berpikir tentang karir dan dunia kerja dari pada ketika mereka tidak merasa didukung sepenuh hati.

Penulis: Indah Lestari
(Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)