Pentingnya Menjaga Hati

363
Photo by Shamia Casiano from Pexels
Ilustrasi/Photo by Shamia Casiano from Pexels

Oleh: Atina Balqis Izzah, Lc, M.A

(Pengasuh Ponpes As Syidiqiyah 10 Cianjur dan Penulis Buku Bias Cinta dari Mukalla)

Salam hangat semua sahabat, pada kesempatan kali ini, saya hendak menulis satu pembahasan singkat namun penting dari kitab Adab Sulûk al-Muriid karya al Imam al Habib Abdullah al Haddad. Dalam kitab ini beliau ‘membeberkan’ rahasia bagi siapa saja yang ingin berada di jalannya Allah swt. Salah satunya ialah menjaga hati. Beliau menjelaskan, bahwa hati adalah tempat seorang hamba dalam memandang dan mendekat kepada Tuhannya. Maka sudah seharusnya hamba tersebut mensucikan hatinya selalu dan menjaganya dari hal-hal yang mengganggu dari pandangan kepada Sang Ilahi.

Dalam satu bab beliau menjelaskan rinci, apa saja hal yang perlu kita jaga supaya tidak masuk ke dalam hati. Karena kata beliau, apabila sifat-sifat dan hal-hal buruk tersebut sudah terlanjur masuk ke dalam hati, maka akan sangat susah untuk mengeluarkannya. Jadi hendaknya seorang hamba menjaga hatinya dari sifat-sifat buruk tersebut.

Salah satu sifat tersebut adalah perasaan iri dengki, dendam, curang, menipu, dan berburuk sangka kepada muslim lainnya. Beliau memperingati, bahwa ma’shiat dalam hati ini lebih besar pengaruh negatifnya dibandingkan ma’shiat yang dilakukan oleh anggota tubuh.

ولتعلم أيها المريد أن للقلب معاصي هي أفحش وأخبث من معاصي الجوارح ولا يصلح القلب لنزول معرفة الله ومحبته تعالى إلا بعد التّخلي عنها والتخلص منها

Pengaruh negatif paling besar yang akan dirasakan seorang hamba sebab ma’shiat hati ini adalah tertutupnya hati dari ma’rifat dan cinta kepada Allah swt. Jika sudah begitu, bagaimana mungkin seorang hamba dapat meniti jalan kebenaran dan hidayahNya? Dan ini hanya bisa diobati dengan benar-benar menjauhi dan menjaga hati dari berbagai ma’shiat yang sudah disebutkan beberapa di atas.

Juga termasuk ma’shiat hati yang paling besar dan berbahaya adalah sifat sombong, tinggi hati, dan riya’. Adapun sifat sombong menunujukkan kebodohan orang tersebut. Karena bagaimana ia sanggup sombong, tinggi hati, dan berbangga diri, padahal ia hanya seorang makhluk kecil yang bersumber dari setetes mani. Tidak ada apa-apanya jika dibanding makhluk ciptaan Allah swt lainnya. Jika memang di dalam dirinya terdapat beberapa kelebihan dari yang lain, sejatinya itu adalah karena keutamaan dan anugerah dari Allah swt. Maka jelas, jika ia masih bersombong maka hanya kebodohan yang berkuasa dalam dirinya.

Sebenarnya sifat-sifat buruk dalam hati sangat banyak sekali. Akan tetapi dalam kitab ini hanya disebutkan beberapa saja yang paling berbahaya. Adapun sebab, sumber, dan pengokoh semua sifat buruk itu adalah satu hal; yaitu cinta kepada dunia. Hal ini yang perlu kita waspadai. Karena jika hati sudah condong kepada cinta dunia, maka akan sangat mudah hati kita dimasuki sifat-sifat buruk yang menghalangi kita dari cinta kepada Allah swt. Dan sesungguhnya, cinta dunia adalah sumber segala kesalahan. Sebagaimana yang beliau tulis dalam kitabnya:

وأمّ الجميع وأصلها ومغرسها حب الدنيا, فحبها رأس كل خطيئةٍ

Semoga kita semua dijaga dari cinta yang berlebihan kepada dunia, segala hal yang berhubungan dunia sejatinya hanyalah pembantu kita dalam memenangkan surge dan cintaNya. Sejatinya dunia dan seisinya hanyalah ladang amal kita, supaya kelak dapat abadi bersama yang terkasih. والله المستعان aamiin

Wallaahu a’lam, semoga bermanfaat,

*Referensi kitab Risalah Adab Suluuk al Muriid karya Imam al Habib Abdullah bin Alawi al Haddad