Pentingnya Menjaga Identitas Nasional

127
Pentingnya Menjaga Identitas Nasional
photo by maariftrenggalek.or.id

Layaknya manusia pasti memiliki identitas, ciri khas atau karakter yang berbeda-beda pada setiap individu. Begitupun dengan negara memiliki identitas yang membedakan negara Indonesia dengan negara-negara lainnya. Identitas menjadi suatu hal yang krusial untuk mengenalkan suatu bangsa.

Identitas bisa diartikan sebagai sifat, jatidiri, karakter, tanda atau cirikhas yang melekat pada suatu hal. Sementara, kata nasional mengandung makna sifat kebangsaan  yang ada pada suatu negara dan kewarganegaraan yang telah merdeka. Hal tersebut melekat pada kelompok-kelompok yang memiliki persamaan, baik itu budaya, agama, fisik, cita-cita, keinginan, dan tujuan.

Identitas nasional memiliki keunikan, karakteristik dan nilai-nilai kebangsaan yang berbeda pada setiap negara. Hal tersebut tergantung bagaimana bangsa itu terbentuk, baik secara historis, kebudayaan, kebiasaan warga negara, agama, politik, teknologi dan pengetahuan, maupun ekonomi. Itu semua mampu mempengaruhi suatu negara.

Dapat disimpulkan bahwa, identitas nasional merupakan kepribadian atau jatidiri suatu negara yang menjadi ciri dari negara tersebut. Contoh, Negara Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berdaulat, berdiri sendiri, mengurusi urusan negaranya sendiri dengan sistem kenegaraannya, demokrasi.  Namun meski demikian, identitas nasional ini bersifat buatan, karena dibuat dan disepakati oleh bangsanya sendiri.

Baca juga: Pancasila Sebagai Kalimatun Sawaa’

Pembentukan identitas nasional Negara Republik Indonesia tentu mengalami proses panjang dan membutuhkan perjuangan yang besar. Selain terbentuk secara aspek yang disebutkan diatas perlu adanya kesepakatan seluruh masyarakat Indonesia sehingga menjadi landasan sekaligus cirikhas bangsa Indonesia. Bersumber dari Kompas.com, Identitas Nasional memiliki unsur-unsur yang patut kita ketahui, yaitu:

  1. Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa Nasional
  2. Bendera merah putih sebagai bendera Negara Republik Indonesia
  3. Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Negara Republik Indonesia
  4. Burung garuda yang merupakan lambing Negara Republik Indonesia
  5. Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan Negara Republik Indonesia
  6. Pancasila sebagai ideologi Negara Republik Indonesia
  7. Undang-undang Dasar 1945 merupakan konstitusi Negara Republik Indonesia
  8. Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk kenegaraan Indonesia
  9. Kebudayaan di pelbagai daerah yang pada akhirnya menjadi budaya nasional, dan
  10. Konsepsi wawasan tentang nusantara yang menjadi cara pandang bangsa Indonesia

Menjaga Tradisi dan Wawasan Kebangsaan

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, merupakan negara kepulauan yang memiliki maritim yang sangat luas, dan memiliki berbagai budaya, ras, suku, dan bahasa yang banyak. Itu semua bersatu padu di dalam Negara kesatuan Republik Indonesia, dengan landasan Pancasila. Seperti semboyan bangsa Indonesa ‘Bhinneka Tunggal Ika’, meskipun berbeda-beda tapi tetap satu kesatuan.

Demikian, patut bagi warganegara untuk terus memegang teguh nilai-nilai dasar Kebangsaan Republik Indonesia, dengan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara, menjaga UUD agar tetap utuh kesalihan dan asriannya. Karena peraturan dibentuk bukan untuk membatasi masyarakat dalam bersosial dan bernegara, malainkan karena kurang disiplinnya masyarakat dalam bernegara.

Baca juga: Refleksi Pancasila: Pengendali Krisis Kemanusiaan

Tujuan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan alinea ke-4 Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, selanjutnya diseingkat dengan UUD 1945, yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Terkikisnya Identitas Nasional

Penulis mengambil 2 sampel salah satu bentuk praktik di lapangan atau perbuatan yang mengikis nilai-nilai identitas nasional yaitu:

  1. Tindak terorisme dan penyebaran faham khilafah di Indonesia.

Kasus Pertama, Perbuatan terorisme sudah sangat jelas bahwa itu merupakan bentuk kejahatan terhadap norma-norma dan nilai dari prikemanusiaan. Sebagai sesama manusia dan sesame bangsa warga Negara Indonesia seharusnya menjaga keutuhan dengan merajut persaudaraan dan persatua, bukan menebar terror dan melakukan tindakan kejahatan yang membahayakan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM).

Kasus kedua, Belum lama masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beredarnya berita di media-media, ‘membandingkan antara Al-Qur’an dengan Pancasila.’ Ini jelas salah satu bentuk memudarnya nilai-nilai nasionalis dan keislaman. Karena, Al-Qur’an dan Pancasila merupakan hal yang jelas sangat berbeda.

Sebagai warga Negara Indonesia dan seorang Muslim tidak sepatutnya untuk menanyakan “lebih memilih mana, antara Al-Qur’an dengan Pancasila?” Al-Qur’an merupakan kitab suci utama umat agama islam dan sebagai sumber pokok ajaran umat islam juga pegangan dalam kehidupan sesuai nilai-nilai ke-Islaman.

Sementara,  Pancasila adalah pondasi dan pegangan bagi seseorang dalam berwarga Negara. Secara konteks jelas sangat berbeda antara ‘pegangan dalam beragama’ dengan ‘pegangan dalam bernegara’. Dan, perlu ditegaskan bahwa Al-Qur’an bukan merupakan alat politik untuk pendoman sebuah Negara.

  1. Korupsi dan Penyalahgunaan Hak dalam Bernegara

Di negara Indonesia sudah tidak asing dengan istilah korupsi. Saking banyaknya kasus korupsi di Indonesia membuat bangsa ini sudah kehilangan orang-orang jujur berhati nurani baik. Bagaimana tidak? Koruptor merupakan salah satu bentuk perbuatan pembohogan publik dan penyalahan hak bernegara; seperti merampas hak-hak warga atau masyarakat untuk kepentingan dirinya sendiri  dan mengambil keuntung dari jabatan yang dipegangnya.

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah