Nikmat Terbesar: Berjumpa dengan Allah, Caranya?

118
Nikmat Bertemu Allah
Photo by Rachid Oucharia on Unsplash

Nikmat yang paling agung yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya adalah bertemu langsung dengan-Nya. Ketika seorang hamba telah mendapatkan pahala ini maka tak ada nikmat lain yang lebih lezat lagi.

Ragib al-Asfihani dalam kitab Al Dzari’ah ila Makarim as-Syariah menjelaskan bahwa Untuk mendapatkan nikmat yang besar ini seorang hamba harus melakukan empat hal ini:

Pertama, Kenali Tujuan Akhir Kehidupan

Mengetahui tujuan dari semua amal kebaikan yaitu hanya tertuju kepada-Nya(ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻟﻤﻘﺼﻮﺩ). Hal ini sesuai  Surat Adh-Dhaariat:50  yang berbunyi:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Artinya: “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu”.

Baca juga: Menyikapi kehilangan Adalah Suatu Kenikmatan

Menurut Imam Baidhawi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Ayat ini memerintahkan untuk segera bertaubat dari hal-hal yang menyebabkan siksaan-Nya dengan Keimanan dan selalu mengesakan-Nya disertai amal kebaikan.

Kedua, Cara menggapai tujuan

Mengetahui cara agar sampai menuju kehadirat-Nya (ﻭﻣﻌﺮﻓﺔ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﺇﻟﻴﻪ). Hal ini diperkuat oleh Surat Yusuf:108 yang berbunyi:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

Imam Al-baidhawi menjelaskan bahwa Jalan yang diridhoi adalah berdakwah untuk menegakkan kalimat Tauhid dan mempersiapkan amal untuk hari akhir.

Ketiga, Memiliki Bekal

Faktor terpenting seseorang menjadi beruntung adalah mempunyai bekal yang cukup.

Hal ini seperti potongan Ayat: 197 dalam Surat Al-Baqarah:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Menurut Syeh Nawawi al-Bantani dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa sebaik-baiknya bekal adalah menjalankan kewajiban dan menjauhi segala larangan.

Keempat, Kesungguhan untuk mencapai tujuan

Orang yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan hal yang ia dambakan baik urusan dunia maupun akhirat.

Hal ini sesuai penjelasan surat al-Hajj:78 yang berbunyi:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

Menurut Ibnu Abbas menjelaskan bahwa beramallah dengan sebenar-benarnya amal.

Keempat hal ini sebagai syarat seorang hamba mendapatkan pahala yang besar yaitu bertemu dengan sang Pencipta.

Oleh: Moh Afif Sholeh, M.Ag