Merdeka di Kota Cahaya

468
Merdeka di Kota Cahaya
Dokumen Pribadi

Semangat Perjuangan Generasi Masa Depan

Merdeka! Perjuangan hidup selama 75 tahun, negara ini telah berdiri sendiri dengan pengorbanan para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan.

Jiwa semangat para generasi selanjutnya, terus mengalir di dalam nadi sang Garuda Pancasila.

Negara yang dikenal dengan zamrud khatulistiwa oleh penjuru dunia selalu memberikan kejutan kepada seluruh rakyatnya.

Perjuangan hidup selama 75 tahun, negara ini telah berdiri sendiri dengan pengorbanan para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan.

Jiwa semangat para generasi selanjutnya, terus mengalir di dalam nadi sang Garuda Pancasila.

Negara yang dikenal dengan zamrud khatulistiwa oleh penjuru dunia selalu memberikan kejutan kepada seluruh rakyatnya.

Teringat pada sebuah petikan kata yang mendorong semangat generasi masa depan setelah kemerdekaan.

kemerdekaan nasional bukanlah pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah puncaknya”, begitulah kiranya sutan Syahrir berkata.

Mendukung kemerdekaan agar terus berjalan memang bukanlah hal yang mudah jika dilakukan sendiri, kemerdekaan negara ini terjadi karena persatuan yang kuat antar rakyatnya.

Peringatan 17 Agustus setiap tahunnya diadakan agar kita selalu teringat dengan persatuan kokoh para pendahulu kita pada zaman penjajahan.

Merdeka di Perantauan

Merayakan hari kemerdekaan tidak hanya dilakukan di dalam negeri, para Warga Negara Indonesia yang menetap di luar pun, turut merayakan hari kemerdekaan ini dengan segala suka cita.

Contohnya saja, Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di negeri Napoleon mengadakan beberapa perlombaan, untuk membakar api semangat para warga negara yang berada di sini dalam menyambut hari kemerdekaan negara tercinta.

Puisi, pantun, hingga membuat lomba video kreatif para warga Indonesia dengan antusias mengikuti lomba tersebut.

Tidak hanya dari Kedutaan Besar saja, banyak organisasi pelajar Indonesia pada setiap kota yang ada di Perancis juga meramaikan hari bahagia ini dengan berbagai macam acara.

Kota cahaya Perancis julukan yang diberikan kepada kota Lyon, merupakan salah satu kota dimana banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan.

Tidak hanya pelajar, warga negara Indonesia yang telah menetap di sini, juga terbilang banyak dari kota lainnya.

17-an ala PPI Lyon

Banyaknya pelajar Indonesia melahirkan organisasi yang dikenal dengan Persatuan Pelajar Indonesia Lyon yang telah berdiri dari belasan tahun lalu.

Organisasi pelajar yang menaungi segala macam acara Indonesia maupun acara pemerintah setempat di kota Lyon.

Acara 17-an tahun ini, PPI Lyon mengadakan acara yang tidak kalah meriah dengan acara yang biasa kita lakukan di rumah tercinta saat hari kemerdekaan.

Perlombaan diadakan di halaman rumah yang telah didekorasi semirip mungkin dengan ciri khas hari bersejarah bangsa Indonesia.

Bendera merah putih telah berkibar di tengah dinding halaman, kertas origami bergantung pada tali diatas langit-langit, dan tidak lupa angka 75 tahun terpanjang besar dengan latar belakang sang saka merah putih menyempurnakan atmosfer kemerdekaan di rumah bersejarah PPI Lyon.

Merayakan Kemerdekaan di Negeri Orang

Perlombaan memasukkan pensil ke dalam botol, joget kursi diiringi dengan musik, hingga lomba makan kerupuk diadakan oleh pengurus PPI Lyon, guna memeriahkan ulang tahun negara tercinta dan sedikit bernostalgia dengan suasana rumah yang tidak bisa kita rasakna di negeri perantauan ini.

Memakai baju batik dan menikmati hidangan tradisional yang dibuat oleh masing-masing anggota benar-benar terasa nikmat di hari ini, makan bersama dengan canda tawa menghiasi suasana halaman rumah.

Semua terlihat ceria dengan cerita kenangan saat mengikuti lomba di masa kecil.

Setelah semua lomba telah dilaksanakan, saat yang ditunggu-tungu telah tiba. Pembagian hadiah adalah acara wajib agar hari kemerdekaan ini lebih berkesan dan ramai, serta mengingat rangkain acara 17an di kampung halaman.

Diiringi dengan musik nasional para peserta yang memenangkan hadiah maju ke depan mengikuti arahan dari pembawa acara.

Wajah tidak bisa menyembunyikan ekspresi kebahagiaan, walaupun sudah dewasa, mendapatkan hadiah adalah sesuatu yang tidak pernah luput dari memori.

Hadiah yang diberikan pengurus kepada pemenang lomba merupakan sebuah simbol kenangan hari kemerdekaan di tanah rantau.

Acara yang berlangsung selama 3 jam dilalui dengan sangat hikmat, lagi menarik.

Tidak hanya warga Indonesia saja, tetapi ada beberapa teman dari universitas ikut bergabung untuk meramaikan acara tahunan PPI Lyon.

Hari kemerdekaan Indonesia selalu menjadi bagian terfavorit di setiap hati para rakyat negara ini.

Tidak bisa merayakan di tanah tercinta bukan berarti berhenti untuk berbahagia, masih banyak cara untuk bisa menikmatinya walaupun berada nan jauh di negeri orang.

Semangat dari para pahlawan terus mengalir pada jiwa dan raga generasi selanjutnya.

Melanjutkan Estafet Perjuangan

Perjuangan generasi selanjutnya tidak dengan senjata api ataupun lainnya, karena perjuangan selanjutnya haruslah dengan cara yang sesuai dengan norma sosial.

Berkarya, belajar dan mematuhi aturan hukum mungkin salah satu cara memperjuangkan negara ini pasca kemerdekaan.

Kemerdekaan bukan perjuangan akhir, seperti apa yang dikatakan salah satu bapak proklamator kita, sejatinya kemerdekaan adalah syarat untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.

Maka dari itu kita sebagai generasi masa depan, harus bisa melanjutkan tongkat estafet perjuangan suci para pahlawan agar bangsa ini selalu sehat, makmur, kuat dalam pikiran, jiwa dan raga.

Merdeka hati, pikiran, jiwa dan raga.

Merdeka!!!

Salam dari kami, wargamu yang merindukanmu.

Penulis: Muhammad Fahri Kholid                                                                            (Mahasiswa Universitas Lumiere Lyon 2)