Merawat Harapan Untuk Menuju Jalan Tuhan

275
Photo by Florian Wehde on Unsplash

Pemerintah beberapa hari lalu, resmi menetapkan PPKM Darurat sebagai ikhtiyar dan harapan untuk bisa mengurangi angka penyebaran korban covid – 19. Disisi lain, media masa baik cetak dan elektronik massif memberitakan banyaknya korban yang berjatuhan sehingga memupuk rasa kengerian di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Refleksi PSBB Hingga PPKM, Mana yang Lebih Efektif

Dalam hal ini tidak adil juga jika kita hanya melihat fenomena covid – 19 ini dari sisi rasa takut dan khawatir tanpa diimbangi dengan optimisme.

Laku Suluk dalam Dunia Kesufian

Dalam dunia kesufian dikenal adanya istilah Arroja’ (Harapan) dalam laku suluk menuju jalan Tuhan. Dimana digambarkan bahwa rasa takut (Khouf) dan harapan (Arroja’) adalah laksana dua sayap yang mengantarkan manusia menuju keridhoan-Nya.

فانا الرجاء و الخوف جنحان بهما يطير المقربون الي كل مقام محمود (احياء علوم الدين ج ٤ \ ١٣٨)

Bahkan Al-ghazali mengatakan bahwa, “menapaki jalan harapan lebih mulia dari menapaki jalan ketakutan”. Karena dengan harapan akan menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya, dan paling dekatnya seorang hamba kepada penciptanya adalah mereka yang paling mencintai Tuhannya.

أن العمل علي الرجاء أعلي منه أعلي الخوف لأن أقرب العباد الي الله تعالي أحبهم له (احياء علوم الدين ج ٤ \ ١٤١)

Jika kita kehilangan harapan maka yang terjadi adalah timbulnya prasangka buruk kepada Allah SWT, dimana hal itu sangatlah dilarang dalam Islam.

So…., sebesar apapun kesulitan yang kita hadapi jangan sampai mengikis habis harapan kita kepada Allah SWT, yakinlah bahwa tak ada yang abadi selain-Nya, begitupun covid – 19Stay safe, stay healty.

Penulis: Umam Annahar