Meraih Cita Cita Hakiki Kehidupan Manusia

633
Cinta Cita Hakiki Kehidupan Manusia
Photo by Ghiffary Ridhwan on Unsplash

Tatkala manusia memiliki program untuk hidupnya agar sewaktu-waktu dapat ia raih, hal itu disebut juga sebagai cita-cita.

Allah menciptakan mimpi juga khayalan di muka bumi ini untuk umat manusia yang semuanya berasal dari keinginan.

Al Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari mengatakan atas orang-orang yang berdoa bahwa:

“Tidaklah Allah SWT memberi ilham kepada orang yang berdoa, melainkan disitu Allah SWT. mengabulkan semua permintaan dan doanya.”

Tidaklah ada hati yang berta’aluq (berkaitan pada sesuatu) melainkan hal itu akan diraihnya.

Artikel terkait Manusia, lihat Menakar Harga Manusia.

Akan tetapi, kadangkala cita-cita tidak dapat kita raih karena beberapa sebab. Seperti halnya Allah memiliki rencana yang lebih baik dari apa yang telah kita tata seelok mungkin.

  1. Jangan lupa di atas rencana yang kita buat program Allah jauh lebih baik

Sebagai hamba kita menyakini bahwa Allah SWT maha mengetahui segala hal. Sedangkan untuk apa yang akan terjadi 5 detik ke depanpun, kita sama sekali kita tidak mengetahuinya.

Maka oleh itu, baik halnya kita mengingat bahwa semua rencana atau keinginan yang belum tercapai Allah pasti memiliki jalan yang lebih baik.

  1. Jadilah mukmin yang senantiasa tenang

Untuk seorang mukmin, hendaklah ia merasa tenang apabila seandainya rencana belum terealisasi maka ia akan menyerahkannya kepada Allah dan membuat rencana yang lebih baik dari sebelumnya.

Sehingga meraih hal yang lebih agung dari mimpi yang lebih tinggi dibanding mimpi yang sebelumnya.

Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam memuji pula sifat orang mukmin yang demikian itu.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Dan yang demikian itu hanya ada pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan jika mendapat musibah dia bersabar, maka sabar itu baik baginya” (HR. Muslim)

Semoga kiat-kiat sederhana di atas InsyaAllah akan menjadi kita orang mukmin yang senantiasa berserah diri kepada Allah dan bersyukur atas semua rahmatNya.

Dengan demikian, kita akan meraih kebahagiaan juga ketenangan yang tidak lain ialah hakikat dari segala cita-cita. Barakallahufiikum!

Penulis: Kontributor Mading