Mengulas Novel Trauma Karya Boy Candra

498
novel
Photo by Anton Malanin on Unsplash

Novel merupakan salah satu karya sastra yang paling populer bagi para pembaca pada umumnya. Selain dengan sajian bahasa yang ringan juga kisah pada novel dapat lebih mudah dipahami. Dengan begitu, makna-makna yang tertuang dalam karya sastra tersebut akan lebih mudah diterima oleh para pembaca.

“Satu buku berjuta emosional.” Komentarku setelah membaca buku ini.

Sekilas Tentang Buku Trauma

Kimara, seorang perempuan lajang yang menjadi tokoh pemeran utama dalam buku Trauma. Ia adalah seorang penulis, karyanya sudah mendapat predikat best seller hingga banyak tersebar di rak-rak toko buku penjuru Indonesia. Satu novelnya telah diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar. Bahkan ia sering  diundang untuk mengisi acara seminar dan talkshow kepenulisan hingga mengikuti tur promosi keberbagai kota.

Baca juga: Pengabdian Santri Untuk Negeri 360 Hari di Wakadawu -part 2

Kebanyakan orang melihat hidupnya sangat beruntung dan terlihat enak. Orang lain tidak akan paham bagaimana hidup yang sesunggunya. Kadangkala terlihat bahagia dan baik-baik saja namun sebenarnya batinnya tersiksa.

Ayahnya pergi meninggalkan ibu dan Kimara ketika ia masih sangat kecil. Ia lebih memilih menikah lagi dengan wanita lain. Kimara hidup berdua dengan ibunya, ia sangat sayang melebihi apapun, karena baginya itu adalah satu-satunya harta paling berharga yang ia milki di dunia ini.

Cinta seharusnya membuat bahagia. Semua tampak sempurna seolah tidak ada celah untuk luka. Namun, jauh dalam diri Kimara kesedihan selalu datang ketika duninya mulai membaik. Ia pernah jatuh cinta, cinta yang membuat pertama kalinya merasakan kasih sayang dari seorang laki-laki. Itu dimulai ketika kelas 2 SMA, rasa cintanya itu membuatnya kembali merasa hidup dan menjadi wanita yang paling bahagia. Hingga suatu ketika, cinta yang ia sematkan di hatinya, cinta dari seorang laki-laki yang belum pernah ia rasakan  sebelumnya, kini mematahkan hatinya.

novel
Novel Trauma Karya Boy Candra

“Semua lelaki pada awalnya juga baik, Kimara. Tapi lelaki itu seperti bumi. Meraka selalu berputar. Mereka selalu punya kemungkinan berubah.” Begitulah pesan ibu kepada Kimara. Ia tau semua lelaki itu sama saja. Namun hatinya sulit untuk menolak, ia selalu berhasil ditakhlukan oleh laki-laki. Padahal ia tahu bahwa akhirnya ia akan kembali terluka.

Setiap lelaki yang mampir di kehidupannya selalu memberikan luka kecewa, hingga Kimara takut benar-benar tidak pernah menemukan lelaki yang tepat. Takut terulang lagi kecewa yang sama. Takut jatuh lagi pada perasaan yang akhirnya sia-sia. Kimara harus mendapat patah hati berulang kali setiap kali ia jatuh cinta. Sampai ia merasa kehilangan kepercayaan sepenuhnya pada laki-laki. Baginya, laki-laki itu semuanya sama saja, tidak ada laki-laki yang baik di bumi.

Perempuan Harus Menjadi Sosok yang Kuat

Novel Trauma merupakan karya sastra menyangkut polemik perasaan manusia. Novel ini melatar belakang perasaan yang sangat kental, selain masalah asmara juga menceritakan problem keluarga. Penulis mampu membawa sang pembaca berimajinasi dengan lepas menghayati setiap plot pada cerita hingga berfantasi menjadi sebuah gambaran yang utuh dikepala.

Pesan yang dapat kita ambil dari seorang tokoh Kimara adalah perempuan harus kuat. Perempuan harus mengerti perasaan dan keadaan perempuan lain, tidak mementingkan egosentris. Dan, Kimara mengajarkan bahwa kita harus menerima setiap takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan walaupun takdir itu amat menyakitkan. Hargai setia kehidupan yang Tuhan berikan, jaga dan sayangilah orang-orang yang senantiasa setia, karena mereka adalah harta paling berharga.

Catatan kecil tentang novel “Trauma”

Novel ini menceritakan beragam latar tempat dan waktu yang berbeda. Bernostalgia dengan seluruh kenangan-kenangan pahit masa lalu. Sebenarnya novel ini baik dalam segi alur dan pembawaan cerita. Namun, lebih baiknya jika lebih diperjelas keterangan waktu.

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah
(Mahasiswa PBA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)