Mengejar Mimpi Hingga Mengikuti Program Ausbildung di Jerman

544
Jerman
Photo by Stefan Widua on Unsplash

Masih tertancap dengan jelas sebuah pesan oleh Bang Andrea Hirata dalam serial Laskar Pelangi, “Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan. Buah paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.”

Perjalanan menggapai mimpi untuk bisa kuliah Master di Jerman telah membawa saya pada petualangan lain yang tak kalah menantang. Sementara itu, 19 Mei lalu Kak Idris, Penanggung jawab website Mading.id menuliskan di laman Facebook tentang perjalanan saya ini, “Kak Naviz adalah salah satu orang yang kreatif untuk mewujudkan mimpinya. Termasuk seribu cara dilakukan agar bisa kuliah di Jerman.
Kapan-kapan kita bahas khusus, tentang perjuangan mencintai pendidikan.“

Berani Mengambil Keputusan

Salah satu anugrah tak terkira bagi saya yakni ketika orang tua tak pernah menuntut sang anak untuk menjadi ini itu. Orang tua saya sudah memberikan kebebasan tentang jalan dan pekerjaan apa yang akan saya ambil di masa depan. Namun kemerdekaan itu melatih diri ini untuk selalu bertanggung jawab atas keputusan apapun yang diambil dalam hidup saya.

Termasuk ketika 2016 lalu nekat mengikuti program Aupair selama satu tahun di Hessen, Jerman. Momen untuk pertama kalinya pergi ke luar negeri seorang diri dengan modal yang serba pas-pasan baik dari pendanaan maupun kemampuan berbahasa. Dua bulan pertama bertahan selalu menggunakan bahasa Inggris karena memang kemampuan bahasa Jerman waktu itu memang masih minim.

Akhirnya setelah 4 tahun berselang, pada 2020 ini bahasa Inggris pun lupa karena jarang digunakan lagi. Kemampuan berbahasa memang simultan dengan pemakaiannya, semakin sering digunakan maka akan semakin lancar, begitupun sebaliknya.

Memperbanyak Kegiatan Sosial

Setelah usai dengan program setahun Aupair, saya masih belum bisa lanjut S2 di Jerman. Selain karena memang masih belum ada dana, kemampuan bahasa juga masih belum mencukupi. Akhirnya jalan lain pun dicoba, yakni dengan mengikuti program FSJ atau Freiwilligen Sozialen Jahr, semacam program kerja sosial selama setahun.

Jerman
Dokumentasi Pribadi

Kebetulan saya ditempatkan dibangsal Psikiatri Forensik disebuah RSJ di Jerman Selatan. Pengalaman selama satu setengah tahun di bangsal itu membuka banyak hal baru dalam kehidupan saya. Karena kebetulan para pasien di bangsal itu memang berstatus tersangka semua dan sedang menjalani terapi.

Setelah dua setengah tahun di Jerman, kemampuan bahasa Jerman dan dana masih juga belum mencukupi untuk bisa S2 Psikologi di Jerman. Malah pasca selesai dari Program FSJ itu, Direktur Rumah Sakit saya menawari untuk melanjutkan saja sekolah keperawatan selama 3 tahun disana. Karena memang belum ada pilihan lain, maka saya terima tawaran itu.

Sampai saat ini saya masih menjalani program Ausbildung jurusan Keperawatan di Rumah Sakit saya itu. Sistem di tempat saya ini yakni Rumah sakit memiliki sekolah khusus bagi para calon perawat dan setelah lulus sekolah disana pun diutamakan untuk lanjut kerja di Rumah Sakit tersebut.

Program Ausbildung Jurusan Keperawatan

Ausbildung ini semacam sekolah vokasi, yang dulu ketika jaman Menteri Anies Baswedan sangat ingin mengcopy program ini agar bisa juga diterapkan di Indonesia. Ausbildung rata-rata berlangsung selama tiga tahun, dengan tahun terakhir dipuncaki oleh Ujian Negara atau Staatsexamen. Meskipun status kita bersekolah, namun juga banyak praktik ataupun kerja yang dilakukan dalam rentang tiga tahun itu.

Bisa dikatakan setengah dari program Ausbildung ini yakni sekolah dan setengahnya langsung praktik kerja. Sehingga rata-rata sependek pengetahuan saya para Azubis atau peserta Ausbildung ini akan mendapatkan gaji bulanan. Sehingga tak perlu juga untuk membayar sekolah, namun memang syarat bahasa Jerman yang diminta pun sudah cukup tinggi yakni Niveau B2.

Selama bisa bahasa Jerman, menguasai materi dan bekerja dengan baik, maka untuk lulus dari Ausbildung di Jerman ini bukan lagi sebuah mimpi. Itulah salah satu jalan lain untuk sekolah dan mengumpulkan uang di Jerman. Sekian dan semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Penulis: Nafisatul Wakhidah
Baden Württemberg, Germany