Mengabdi di Ujung Negeri Bina Kawasan Desa Paminggir – Part 2

276
desa
Sumber Foto Bertabaik.id

Akhirnya setelah satu jam perjalanan dengan menggunakan speed boat, kamipun sampai di desa tujuan dan segera menuju sekolah tempat mengajar yaitu di SDN paminggir seberang dan bertemu dengan kepala sekolah beserta jajaran guru-guru yang sedang istirahat melepas penat setelah mereka mendidik para calon generasi bangsa ini. Dan Alhamdulillah Kami pun disambut dengan hanggat, “yang betahlah disini mumpung masih muda cari pengalaman sebanyak-banyaknya” pesan terakhir pak kasi kepadaku makasih ya pak jawabku singkat melepas kepergian beliau kembali ke Provinsi.

Mayoritas Beragama Islam

Sore harinya aku mulai pergi ke mushola tak jauh dari sekolah dan Alhamdulillah aku sangat bersyukur karena di tempat yang baru ini di kecamatan Paminggir 100% beragama Islam aku sangat senang dan tak henti-hentinya kuucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena selain muslim masyarakat di kecamatan paminngir desa paminggir seberang hususnya sangat baik dan ramah.

Memang tidak salah kata bapakku sebelum aku berangkat beliau berucap Kalimantan Selatan sangat terkenal Islamnya dan Alhamdulillah predikat itu searah dengan kenyataanya di lapangan sangat Islami kehidupanya, ditandai dengan keberadaan masjid yang megah dan gagah meskipun Kecamatan ini termasuk kecamatan yang terpencil dan tertinggal, selalunya penuh ketika Sholat Jum’at ataupun kegiatan-kegiatan ke Agamaan lainya.

Baca juga: Mengabdi di Ujung Negeri Bina Kawasan Desa Paminggir

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, setiap mushola di desa kamu menyembeleh kerbau minimal satu ekor permushola meski jarak mushola tidak terlalu jauh ini adalah salah satu tanda kemakmuran di desa ini.

Ada suatu kejadian yang sangat unik dan lucu di desa ini ketika penyembelehan hewan qurban saat hari raya Idul Adha. Sebelum di sembelih hewan qurban yang sudah ikat dimandikan terlebih dahulu menggunakan sabun dan sampo bahkan disisir bulu dikepalanya menggunakan sisir dan kaca, hahah seperti disalon saja batinku dalam hati.

Dan ketika sudah dipotong lehernya, lubang tenggorokan ditutup dengan menggunakan gula merah sehingga darah tersebut tertahan dan dilepaskan setelah beberapa saat, pada saat darah tersebut keluar dengan derasnya karena ditahan oleh gula merah, sebagian dari mereka sengaja berdiri didekat tempat keluarnya darah tersebut sehingga ketika darah keluar mereka cuci kaki dengan darah tersebut dengan tujuan supaya ketularan bisa berqurban tahun depan.

Perayaan Hari Besar Islam

Selain hari raya hari-hari besar Islampun diperingati disini seperti tahun baru hijriyyah bahkan ada perlombaan dari desa yang dipelopori oleh anak-anak muda serta siswa siswi SMA ditunjang oleh perangkat desa dan dananya bersumber dari uang kas Masjid  khusus kesejahteraan hari-hari besar Islam serta swadaya masyarakat dan aparatur desa.

Bahkan dana yang terkumpul tergolong tidak sedikit yaitu mencapai sebelas jutaan itu menjadi tanda bahwa sikap keantusiasan dari masyarakat sangat tinggi.  Sikap antusias masyarakat tidak sebatas pada swadaya pendanaan akan tetapi ketika agenda perlombaan, masyarakat berbondong-bondong untuk menghadirinya apalagi ketika malam penutupan dan pembagian hadiah Masyarakat lebih rame lagi baik dari kalangan anak-anak, Pemuda, Bapak-bapak, Ibu-ibu, maupun orang-orang yang sudah sepuh datang untuk menghadiri acara dengan hikmad hingga akhir acara sekitar jam 12 malam yang dilaksanakan  dilapangan depan SDN Paminggir Seberang.

Alhamdulillah SDN Paminggir Seberang menyabet semua mata perlombaan kecuali mata lomba Pawai Ta’aruf karena jujur persiapan kami sangat kurang akan tetapi semua perlombaan dimulai dari lomba Adzan kami penyabet juara satu dan dua, juara satu dan tiga lomba fasion show, juara satu lomba mewarnai dan juara 3 lomba rangking 1, Juara 1 dan 3 lomba Tartil dan juara satu lomba hafalan Surah pendek.

Sebenarnya kita bisa merebut semua juara di lomba rangking satu akan tetapi ketika peserta tinggal tujuh yang seharusnya dieliminasi 2 peserta diantara 3 peserta yang salah jawabanya dan sisa dari ketiga peserta itu semua berasal dari SD kami. Namun, dari pihak panitia hanya mengeliminasi satu peserta saja dari SD kami yang salah jawab pertanyaan, menyisakan enam peserta yang ke empatnya dari SD kami.

Pada soal berikutnya mengenai ilmu tajwid yaitu hukum nun mati dan tanwin dan pada soal inilah SD kami gugur tiga orang memang saat les tambahan bagi semua perserta perlombaan baik adzan, tartil, surah pendek, fasions show dan lebih utama para peserta lomba rangking 1 memang aku tidak terlalu membahas tentang tajwid dikarenakan salah satu guru di SD kami merupakan salah satu dari panitia bagian penyusunan soal rangking 1. Beliau mengatakan bahwa tajwid tidak masuk dalam salah satu kategori yang dibahas dalam rangking 1.

Sebenaarnya aku sempet ragu dengan pernyataan beliau, masa perlombaan rangking 1 perayaan tahun baru Islam tidak menanyakan tajwid? gak masuk akal ucapku dalam hati. Dan ketika aku memberi materi tajwid anak-anak protes pak tajwid tidak ada pak ucap anak-anak, namun aku tetap memberikan materi itu akan tetapi tidak terlalu membahasnya untuk jaga-jaga ajah tambahku.

Karena pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan, inilah yang menjadi faktor kami sehingga hanya mampu menyisakan satu peserta saja. Dari hal kecil ini kita dapat mengambil banyak pelajaran yaitu jangan sekali-kali kita meremehkan suatu apapun karena banyak hal yang kita anggap sepele namun sangat bermanfaat bahkan dapat kita dalam suatu hal.

Selain itu pelajaran yang paling penting adalah sedia payung sebelum hujan sebelum kita menyesal diakhirnya, searah dengan kehidupan kita didunia ini yang akan diperhitungkan diakhirat nanti. Jika kita tidak mempersiapkan amal semaksimal mungkin didunia ini maka kita akan menyesal diakhirat nanti.

Rutinitas Selama Pengabdian

Ketika hari pertama masuk kesekolah aku langsung ditanya oleh wakasek program apa yang mau dicanangkan nantinya pak ? dulu kami pagi selalu baca Q.S Yasiin bersama namun guru agama di SD ini telah berpulang ke Rahmat Allah SWT jadi kami kosong akan guru agama tambah beliau.

Oh iya pak memang program itu yang ingin aku jalankan juga pak kalau disini searah ya Alhamdulillah, jawabku dengan santai. Setelah itu akau masuk kelas perkenalan mulai dari kelas satu hingga kelas enam, mereka merasa sangat senang karena setelah guru agama disekolah ini meninggal kemudian digantikan oleh guru honorer yang tugas pokoknya diperpustakaan. Namun karena perpustakaan pun tidak terlalu sibuk, akhirnya mengajar agama.

Aktifitasku Alhamdulillah tidak terlalu padat, setiap pagi Rabu – Sabtu kami mulai membaca Yasiin dan aku sedikit kaget, katanya sudah bagus-bagus dan lancar baca Yasiinya ucap seorang guru kemaren, namu dilapanganya hanya 5% saja, gak apa-apalah ucapku dalam hati, inilah tantangan buatku.

Kami mulai dari jam 07:30 – 08:00 karena kita masuk jam 08:00. Setelah baca Yasiin akupun memprogramkan untuk menghafalkan Asmaul Husna dan Surat-surat pendek diselinggi dengan perkenalan kisah sang rosul supaya mereka mengenal Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah setelah dua bulan berjalan mereka mulai lancar baca yasiin dan sudah sebagian hafal Asmaul Husna, lagu kisanh sang rosul dan doa Hotmil Qur’an. Aku memang tidak mau terlalu menekankan pada mereka, aku hanya igin mereka bisa hafal dengen perasaan santai, senang tanpa ada perasaan paksaan sama sekali.

Setelah mereka sudah hafal semua kami melanjutkan dengan membaca surat-sarat pilihan diawali dengan Q.S Ar Rohman dilanjut dengan Surah pilihan lainya dan kita juga mulai menghafal Surah – Surah pendek.

Aku mendapat jam mengajar seminggu lima kali setelah sholat dzuhur ada sebagian anak yang datang ke rumah ingin belajar Iqra’ ada juga anak kelas satu yang rumahnya dekat dengan sekolah yang belom bisa membaca tulisan latin. Selain itu setelah asar dan maghrib ada yan belajar Iqra’ namun itu hanya berjalan beberapa bulan saja dikarenakan mereka sudah belajar Al Qur’an masing-masing bersama dengan ustadz mereka masing-masing pula selain  itu pernah satu waktu aku mendengar anak-anak bicara, mengaji ajah sama pak cholil enggak usah bayar.

Kaget aku mendengar jawaban itu ternyata mereka mengaji ada juga yang bayar jadi mulai dari situ aku sudah gak mengajar mengaji lagi akan tetapi setiap habis maghrib aku membaca Yasiin dan anak-anak yang tidak mengaji habis maghrib mereka ikut baca Yasiin bersamaku dan setelah itu sembari menunggu waktu Isya ku isi dengan pembelajaran Fiqih dasar, karena ketika mereka belajar di ustadz masing-masing mereka hanya mengaji Al-Qur’an dan jarang sekali diajari fiqih oleh ustadz mereka sehingga pengetahuan Fiqih mereka masih sangat dasar.

Selain mengajar di SD akupun diminta mengajar di SMAN Paminggir, bukan untuk mengajar agama atau pelajaran lainya karena guru di SMA sudah lengkap. Aku diminta mengajar olahraga taekwondo oleh pak sukiman setiap hari kamis sore. Selain di SMA Alhamdulillah aku diberi amanat oleh pengurus taekwondo di Kabupaten untuk mengajar di kabupaten hulu sungai utara dua minggu sekali karena terbatas dengan jarak dan biaya transport.

Selain  itu kegiatan keagamaanya disini selaras denganku yaitu setelah sholat fardhu baca wirit berjamaah dilanjutkan bersalam-salaman, ada maulid setiap malam jum’atnya apalagi ketika telah memasuki bulan Maulid hampir sebulan penuh ada acara maulid di sesa paminggir dan paminggir seberang, baik itu di rumah warga, musholla, dan Masjid saat hari H nya yaitu tangal 12 Robiul Awal.

Bahkan setelah tangal 12 Robiul Awalpun masih sangat ramai acara maulidanya bahkan tak jarang siang dirumah si A dlianjutkan malam dirumah si B, Kadang siang harinya di Musholla malam harinya di Rumah si C dan begitu seterusnya Paminggir dan Paminggir seberang.

Semua itu sebagai tanda betapa gembiranya masyarakat dengan datangnya bulan Robiul Awal dimana bulan ini nabi kita Nabi Muhammad SAW  dilahirkan ke dunia dan semua itu semata-mata mengharap semoga dengan perayaan Maulid ini kita semua bisa mendapatkan syafaat Beliau Nabi Muhammad SAW dihari qiyamah nanti dan semoga kita semua mendapatkan Syafaat Beliau Di Akhirat kelak, AAmmiinn.

Penulis: Ahmad Cholil
(Peserta Program 3T Kemenag RI)