Virtual Learning Sebagai Solusi Lockdown di Malaysia

834

Oleh: Lina Hasna
(Guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur)

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur berdiri pada tanggal 10 Juli 1969. Saat ini SIKL memiliki 4 jenjang yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. Selain sekolah formal SIKL juga memberikan akses kejar paket A, B, C, dan juga Universitas Terbuka pokjar Kuala Lumpur. Melalui kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Encik Abdul Hajar, M.M., SIKL telah menggagas jauh hari pembelajaran online melalu Moodle yang disebut dengan PBMJJ. Hal ini dipersiapkan untuk siswa-siswi SIKL yang tidak bisa belajar di sekolah dikarenakan masalah visa atau hal mendesak lain. Selain PBMJJ SIKL menerapkan presensi online dengan system check in dan check out pada pembelajaran di kelas dan juga finger print baik siswa ataupun guru.

Pada 18 Maret 2020 kemarin, Malaysia memberlakukan Movement Control Order atau dengan istilah lain Lockdown untuk menghadapi Covid 19. Semua perusahaan, kantor pemerintahan, dan sekolah harus ditutup dan mewajibkan para siswa untuk Learn From Home. Dalam hal ini Learn From Home menuntut para guru agar mampu menyediakan pembelajaran virtual yang kualitasnya sama dengan pembelajaran di kelas normal pada umumnya.

Maka saat H-1 Lockdown, SIKL mengadakan pelatihan pembuatan Google Suite for Education kepada para guru agar mampu mengelola pembelajaran yang baik meskipun dirumah saja. PBMJJ yang dilakukan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur selama ini berjalan dengan baik. Langkah awal yang dilakukan dalam PBMJJ adalah dengan pembuatan matriks sebagai acuan para guru dalam mengajar selama setahun kedepan. Dalam konteks Learn From Home di SIKL, para guru harus mempersiapkan blue print yang akan diajarkan dalam satu minggu ke depan.

Blue Print yang disiapkan oleh para guru berisi materi yang akan disampaikan, metode, platform yang digunakan, jenis tugas dan lain-lain. Hal ini membuktikan bahwa walaupun Learn From Home namun kualitas belajar akan sistematis dan terstruktur. Menjadi guru di era millennial saat ini sangat terbantu dengan banyaknya platform yang bisa diakses dengan mudah dan gratis. Beberapa platform yang biasa saya pakai dalam mengajar adalah quizziz, kahoot, wizer, zoom, webex, google classroom, dll.

Dengan adanya platform yang beraneka ragam akan sangat membantu siswa dan pendidikan dalam memahami materi pembelajaran sehari hari.