Maulid Sebagai Ungkapan Cinta Pada Nabi

443
Maulid Bentuk Cinta Nabi
Photo by Abdullah Öğük on Unsplash

Dalam kesempatan yang mulia ini, kami ucapkan kepada segenap kaum muslimin nusantara. Selamat menyongsong datangnya Maulid Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam.

Nabi Pembawa Rahmat Dilahirkan

Pada bulan Rabi’ul Awwal 1441 H, mudah-mudahan bulan ini menjadi bulan keberkahan, bulan penuh dengan cahaya, bulan kedamaian, bulan yang penuh dengan rahmat. Karena pada bulan ini lah dilahirkan sang Nabi pembawa rahmat.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِي

(Surat al-Anbiya ayat 107)

 ولد الهدى فالكائنات ضياء

Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam dilahirkan, alam semesta menjadi terang benderang dan indah.

Maka jangan ada di antara kita yang mengusik keindahan ini dengan mencemari kejernihan datangnya sang baginda Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam.

Alangkah baiknya, tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam yang lahir pada bulan ini dengan membawa rahmat bagi alam semesta.

Nilai Cinta di Bumi Pecinta Nabi Muhammad

Nilai-nilai rahmat, nilai-nilai cahaya, nilai-nilai kedamaian betul-betul dapat kita rasakan di muka bumi ini.

Khususnya di bumi pecinta Nabi Muhammad, bumi nusantara Indonesia yang kita cintai.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam pernah mengatakan:

إنما أنا رحمة مهداة ونعمة مسداة

Saya (Muhammad) adalah hadiah yang paling baik, dan rahmat yang dipersembahkan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada umat manusia.

Tatkala seorang yang beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa sohbihi wasallam dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka inti dari terutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam adalah keimanan yang lahir di dalam jiwa yang mengaku cinta kepada Rasulullah.

Kalau kita perhatikan dari sekian banyak petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam, maka inti dari pada terutusnya beliau adalah rahmat bagi alam semesta.

Setelah ini, tidak ada dendam, tidak ada permusuhan, tidak ada kebencian. Karena sesungguhnya agama dibangun atas dasar cinta.

Nabi Muhammad Inti Penciptaan Alam Semesta

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam tercipta atas dasar cinta, bukankah Allah subhanahu wata’ala mengatakan di dalam Hadits Qudsi tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alihi wa shahbihi wasallam, tentang terciptanya alam semesta ini.

Allah mengatakan:

كنت كنزا مخفيا فأحببت أن أُعْرَفَ فخلقت الخلق

Saya adalah sesuatu yang tersimpan, kata Allah subhanahu wata’ala. Simpanan yang tersembunyi, dan saya suka untuk dikenal.

Dan ternyata dari sekian banyak makhluk yang Allah ciptakan, Nabi Muhammad adalah intinya. Al-kaunul isyaroh wa antal maqsud.

Alam semesta ini adalah isyarat sedangkan engkau wahai Muhammad adalah yang dituju atau yang dimaksud oleh Allah subhanahu wata’ala...

*catatan dari Youtube Official Channel Mading ID bersama Habib Hamid Al Qadri

Simak selengkapnya di: