Masalah Penerimaan Peserta Didik Baru Online 2021

280
online
Photo by Cytonn Photography on Unsplash

Penerimaan Peserta Didik Baru yang digelar secara online ini memang sudah mulai dijalankan sejak tahun lalu dikarenakan gelombang pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, akan tetapi berbagai kendala serupa masih saja terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sejatinya, kendala-kendala tersebut terjadi karena belum siapnya pihak panitia PPDB Online 2021. Baik kendala teknis maupun non teknis, alasan apapun yang diutarakan panitia rasanya tidak cukup mengobati rasa kekecewaan para orang tua murid dan calon murid yang merasa dirugikan dengan ketidaksiapan panitia.

Baca juga: Menjadi Fresh Graduate yang Bersahaja di tengah Pandemi

Solusi demi solusi coba diimplementasikan untuk mengurangi resiko resiko lainnya. Simulasi dan uji coba sistem yang sudah dilakukan sebelum pelaksanaan sedikit membantu meminimalisir berbagai kendala yang dihadapi.

Berikut beberapa keluhan yang disampaikan oleh para orang tua murid dan calon murid PPDB tahun ini:

Gagap Teknologi

Beberapa orangtua murid dan calon murid, utamanya mereka yang tinggal di daerah-daerah pelosok yang kurang akan akses teknologi bisa dikatakan sangat belum siap untuk melaksanakan PPDB secara online.

Solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi permasalahan ini adalah masing-masing dinas Pendidikan daerah alangkah baiknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh lapisan masyarakat (dengan orangtua murid dan calon murid menjadi sasaran utama) mengenai sistem, persyaratan, tata cara pelaksanaan PPDB Online.

Selain itu, solusi lain adalah dengan tetap membuka PPDB secara offline, tapi dibatasi dengan kriteria tertentu, tidak memiliki gadget yang support. Karena jika tidak dibatasi, bisa ditebak bahwa akan lebih banyak peminat pendaftar offline dibandingkan online yang dianggap sulit dan memakan waktu.

Upgrading Sistem

Bandwidth harus prima untuk mendukung proses pendafataran secara online. Hal itu untuk menghindari kualitas akses yang buruk saat banyak orang mengakses sistem pendaftaran secara bersamaan. Karena panitia PPDB terus menerus mengkambing hitamkan sistem yang error atau server down yang mana seharusnya ini harus dipertimbangkan dan dipersiapkan secara matang terlebih dahulu. Hingga tidak muncul resiko-resiko seperti data yang tidak terinput ke dalam sistem ataupun pengurangan jumlah target pendaftar tiap harinya.

Sejauh ini pemerintah memang sudah menyiapkan posko pusat pengaduan mengenai kendala-kendala selama PPDB Online 2021 berlangsung, dimana di tiap posko tentunya didampingi oleh Tim Informatika dari masing-masing dinas Pendidikan daerahnya. Sebagai bentuk pertanggung jawaban, beberapa daerah juga memperpanjang masa pendaftaran dari waktu semula yang dijadwalkan demi mengakomodir beberapa orangtua murid dan calon murid yang terkendala.

Keresahan orangtua ditambah keinginan kuat untuk mendaftarkan anak-anaknya di sekolah yang terbaik adalah hak warga negara pada umumnya yang harus difasilitasi oleh pemerintah. Ketidaksiapan yang sementara ini sangat terlihat harus terus diperbaiki dan sebisa mungkin diminimalisir dan dihilangkan agar tidak menimbulkan hal-hal yang sampai merugikan bagi sebagian pihak.

Pandemi Covid-19 yang terus berlangsung sampai saat ini dan tidak bisa diperkirakan kapan berakhirnya terus menuntut kita untuk terus mengeksplorasi dan berinovasi dalam berkegiatan sosial, Pendidikan salah satunya. Berbagai unsur Pendidikan “dipaksa untuk siap” dalam mempersiapkan diri dengan hal-hal yang baru, PPDB Online salah satunya.

Penulis: M. Hilmy Daffa Fadhilah
(Mahasiswa PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)