Madrasah Juga Bisa

625
web.facebook.com/putihabuabuofficial

Oleh: Muhammad Irfan Mas’udi
(CEO AdRoiT Advanced Robotics Technology 2018)

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih berpendapat bahwa Madrasah adalah lembaga pendidikan kelas nomor dua atau sekedar pilihan alternatif yang identik dengan persepsi ndeso dan ketinggalan zaman. Namun sejalan dengan perkembangannya, Madrasah mengalami proses transformasi pengarusutamaan ke dalam pendidikan nasional secara keseluruhan yang memiliki peranan penting dalam rangka mencerdaskan generasi masa depan.

Latar belakang pendidikan dan pengajaran madrasah sangat melekat bagi saya, dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas, semua saya tempuh di madrasah. Terlebih lagi setelah lulus dari madrasah ibtidaiyah, saya melanjutkan di madrasah tsanawiyah kemudian madrasah aliyah yang letaknya jauh dari rumah sehingga mengharuskan saya untuk tinggal di ma’had dan hidup berjauhan dengan kedua orang tua. Disinilah saya banyak belajar bahwa keihklasan, ketulusan, kejujuran, kemandirian, serta kebersahajaan adalah manifestasi dari pendidikan yang bisa menjadi karakter dan fondasi kehidupan saya.

Pola pendidikan yang memadupadankan keimanan dan keilmuan sebagaimana slogan “Madrasah Hebat Bermatabat” bahwa madrasah memiliki cita-cita untuk mencapai kualitas terbaik sebagai sarana pendidikan holistic yang mengintegrasikan nilai-nilai akhlakul karimah, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kearifan lokal, sehingga menjadikan peserta didik dan alumni madrasah mampu berperan aktif ditengah tantangan dinamika global.

Setelah lulus dari madrasah aliyah, saya melanjutkan studi ke jenjang sarjana program studi Teknik Komputer. Berawal dari kekaguman saya pada sebuah robot, membuat saya tertarik untuk lebih jauh mendalaminya. Selain aktif dalam riset pengembangan teknologi robotika dan menghasilkan beberapa publikasi ilmiah internasional, saya tergabung sebagai tim robot mewakili Indonesia pada Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest 2016 yang diselenggarakan di Thailand. Ditahun yang sama, saya juga berkesempatan untuk mempresentasikan produk inovasi teknologi tepat guna di Seoul, Korea pada Engineering Education Festival.

Berkolaborasi dengan para dosen, saya mengembangkan modul robot edukasi sebagai sarana untuk menunjang proses pembelajaran dalam peningkatan kreatifitas dan penyerapan ilmu pengetahuan teknologi melalui media robot. Selain itu, saya juga banyak menginisiasi beberapa penerapan inovasi teknologi, yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk terus melakukan inovasi-inovasi produk teknologi yang memiliki kebermanfaatan yang lebih luas. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lainnya.

Sekarang saya sedang menempuh studi master Computer Science and Engineering di Politecnico di Milano, Italia melalui program beasiswa sepenuhnya dari LPDP dengan rencana topik thesis pemanfaatan Unmanned Underwater Vehicle sebagai instrumen monitoring kondisi perairan dan peralatan penunjang ekpolorasi potensi kekayaan sumber daya kelautan Indonesia. Bagi saya, belajar dan aktivitas riset adalah salah satu bagian dari pengamalan ilmu yang saya dapatkan ketika belajar di madrasah. Karena “Bacalah!” merupakan perintah, seruan, dan tugas ilahiah pertama yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw.

Harapan saya kedepan, akan lebih banyak lagi peserta didik dan alumni madrasah yang memiliki etos fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam bidangnya masing-masing, sehingga tidak hanya menghapus stereotype negatif madrasah, tetapi kemudian juga menunjukan bahwa madrasah juga bisa.