Kenali Cyber Crime di Era Digital Society

163
Kenali Cyber Crime Di Era Digital Society
Photo by Sigmund on Unsplash

Perkembangan keadaan global kini telah merubah tatanan fisik menjadi metafisik yang kerap tidak cukup hanya mengandalkan pancaindra saja. Dunia hari ini masuk ke era digital dimana setiap orang bisa menebar foto dan informasi tanpa batas dan waktu, atau disebut dengan istilah digital globalization.

Perkembangan teknologi dan digital dimulai sejak hadirnya internet yang telah merubah secara drastis berbagai pola komunikasi dan interaksi masyarakat. Globalisasi memang memberikan dampak positif yang luas ke berbagai bidang kehidupan.

Dampak dari globalisasi ini telah menyebar secara luas ke publik, seperti misalnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digitalisasi.

Digital Society; Sebuah Dunia Baru

Ngasiman Djoyonegoro menulis dalam bukunya “Intelejen di Era Digital”, digital society atau masyarakat digital telah menimbulkan atmosfer kehidupan baru di tengah masyaraka.

Masyarakat digital telah menjadi kecenderungan yang mendunia dengan makin meluasnya akses serta penggunaan lingkungan konvergensi Perangkat Jaringan Aplikasi (Device-Network-Application/”DNA”) berbasis teknologi informasi  dan komunikasi dalam aktivitas sehari-hari.

Perjalanan kehidupan manusia di muka bumi ini sangatlah dinamis.  Berbagai perubahan dan perkembangan terus terjadi, dan itu merupakan sebuah kenyataan dan pasti terjadi. Salah satu perkembangan yang signifikan adalah membuat sebuah teknologi untuk mempermudah keperluan kehidupannya.

Baca juga: Provokasi, Tanggapi Dengan Bijak

Sejak masuk era 1990-an, kehidupan manusia mulai tak bisa dilepaskan dengan keberadaan teknologi di sekitarnya, hampir semua ranah kehidupan, seperti aspek sosial, ekonomi, politik, keamanan, pendidikan,  dan sebagainya.

Singkat kata, teknologi kini menjadi sebuah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Dan memasuki abad ke 21, saat ini yang terjadi adalah sebuah revolusi teknologi dan informasi.

Cyber Crime dalam Dunia Digital

Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif dan manfaat bagi kehidupan manusia, juga menimbulkan akses negatif dengan terbukanya peluang penyalahgunaan teknologi atau dikenal dengan istilah cyber crime (kejahatan di dunia maya).

Jenis-jenis kejahatan di internet terjadi dalam berbagai bentuk. Ngasiman Djoyonegoro menyebutkan, bahwa kejahatan digital terbagi menjadi dua jenis, yaitu kejahatan dengan motif intelektual.

Biasanya kejahatan tersebut tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk keperluan pribadi. Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi, atau criminal yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan perang informasi (Cyber War).

Kejahatan dunia maya secara luas didefinisikan sebagai aktivitas illegal apapun yang melibatkan computer, perangkat digital, atau jaringan internet. Seperti yang dikemukakan oleh PhilipRenata, dalam jurnal Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditulis oleh A. S. Sudarwanto, ada beberapa cyber crime, yaitu :

  1. Joy Computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin, hal tersebut merupakanpencurian waktu operasional komputer.
  2. Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin.
  3. The Trojan Horse, yaitu manipulasi data atau program, menghapus, menambahkan, menjadikan tidak terjangkau dengan tujuan untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
  4. Data Leakage, yaitu menyangkut bocornya data ke luar terutama mengenai data yang harus dirahasiakan.
  5. Data Diddling, yaitu sebuah perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara tidak sah, mengubah input data atau output
  6. To Frustate Data Communication atau penyia-nyiaan data komputer
  7. Software Piracy, yaitu pembajakan perangkat lunak terhadap hak cipta yang dilindungi.

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah
(Mahasiswa PBA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)