Keistimewaan dan Peranan Asmaul Husna Di Zaman Modern

74
asmaul husna dalam kehidupan di zaman modern
Photo by GR Stocks on Unsplash

Zaman modern ditandai banyak perubahan dalam tatanan kehidupan. Semua diukur dengan teknologi yang berorientasi pada materi sehingga akan terjadi banyak gejolak batin yang akan dirasakan setiap individu.

Lebih-lebih masyarakat perkotaan biasanya kaya akan materi namun kurang akan kebutuhan rohani. Banyak orang yang bunuh diri dikarenakan depresi yang selalu menghantui.

Dari sini, kebutuhan materi penting namun kebutuhan ketenangan batin tak kalah penting sehingga keduanya harus berjalan seimbang.

Peranan Asmaul Husna apalagi di zaman modern ini sangat penting bagi kehidupan seorang muslim sebagai penguat dan obat hati yang dirundung kegelisahan dan ketakutan yang selalu mengancam dirinya.

Makna Asmaul Husna

Allah subhanahu wata’ala memiliki nama-nama yang mulia atau lebih dikenal dengan Asmaul Husna yang berjumlah 99 nama.

Asmaul Husna merupakan gabungan dari kata asma (الأسماء) yang merupakan jama’ (plural) dari kata al ismu (الإسم) yang berarti nama. Sedangkan kata al Husna (الحسنى) bermakna baik atau mulia.

Bila ditelaah secara mendalam, Asmaul Husna memiliki banyak keistimewaan bagi yang mau membaca ataupun menghafalnya.

Baca juga: Mengajarkan Agama Sebagai Jalan Spiritual

Bahkan umat islam dianjurkan untuk berakhlak seperti akhlak Allah yang tertuang di dalam Asmaul Husna.

Ayat-ayat yang berkaitan dengan Asmaul Husna

Di dalam Al Qur’an, Allah memerintahkan kepada umat islam untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna supaya doanya segera dikabulkan.

Diantara ayat yang menyinggung tentang Asmaul Husna yaitu:

  1. Surat Al A’raf ayat 180

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: Dan Allah memiliki Asma’ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma’ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al A’raf: 180).

  1. Surat Thaha ayat 8

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).

Keistimewaan Asmaul Husna

Asmaul Husna memiliki banyak keistimewaan, diantaranya orang yang hafal dan mengimani serta mengamalkan akan ada jaminan masuk surga.

Hal ini sesuai hadist yang berbunyi:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. رواه البخاري

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghafalnya kelak dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Imam Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa maksud hadist diatas adalah orang yang hafal dan mengerti maknanya serta mampu mengaplikasikan isinya maka jaminannya akan mendapatkan pahala surga.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ia mendapatkan surga tanpa didahului dengan siksaan pada dirinya.

Klasifikasi Asmaul Husna

Imam As Shan’ani di dalam kitab Subulus Salam menjelaskan bahwa di dalam Asmaul Husna ada 4 bagian.

Pertama. Asmaul Husna yang termasuk Isim Alam (الإسم العلم) seperti lafadz Allah (الله).

Kedua.  Asma Husna yang menunjukkan sifat yang harus ada dalam diri Allah seperti nama (العليم) yang berarti Allah Dzat yang Maha mengetahuai, (القدير) Allah Dzat yang maha kuasa.

Ketiga, Asmaul Husna yang menjadi sandaran semua makhluk-Nya seperti (الخالق) yang berarti Allah Dzat maha pencipta, (الرزاق) yang berarti Allah Dzat pemberi rizki.

Keempat. Asmaul Husna yang berisi menghilangkan adanya sifat sebaliknya, maksudnya sifat-sifat yang tidak sesuai, dengan kesempurnaan Allah seperti (العلي) yang berarti Allah maha mulia, (القدوس) Allah maha suci.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa Asmaul Husna sangat penting bagi kehidupan seorang muslim terutama di zaman modern seperti saat ini sebagai obat dalam kehidupan seseorang serta sebagai sarana menambah kedekatan diri kepada Tuhan.

Penulis: Moh Afif Sholeh, M.Ag