Catatan Barista Indonesia Kala Pandemi Melanda

739
Dokumen Pribadi

Oleh : Bernadetta Devinda

Masa pandemic COVID-19 sudah memasuki bulan Agustus. Saya yakin kita semua sudah berusaha sebaik mungkin untuk beradaptasi dengan keadaan baru sehingga terasa normal kembali.

Tidak mudah memang mengubah habit yang sudah terbangun tahunan, tapi virus ini sepertinya tidak akan pergi semudah dan secepat yang kita pikir.

Saya sendiri merasa sudah mulai jenuh dan berharap keadaan kembali normal, kalau direnungkan atau sedang berbincang dengan customer rasanya kok normal itu jauh terjadi di dahulu kala.

Saat ini saya berdomisili di Melbourne, Australia dan sedang menempuh tahun ke empat sejak saya lulus dari salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.

Selama empat tahun saya tinggal disini, pekerjaan saya tidak jauh-jauh dari dunia hospitality, spesifiknya menjadi barista di specialty coffeeshop.

Siapa sangka karena dulu sudah ada pengalaman bekerja di balik mesin kopi memudahkan saya untuk mencari kerja di sini.  Sejak tahun pertama saya datang dengan working holiday visa tahun 2016 dan student visa sampai tahun 2020, barista menjadi pekerjaan dan sumber penghasilan utama.

Meskipun biaya hidup di Melbourne terhitung lumayan tinggi namun seiring dengan experience dan skill, tentu pay rate juga mengimbangi faktor tersebut.

Coffeeshop tempat saya bekerja terhitung sebagai popular café di CBD karena lokasi yang dikelilingi oleh beberapa apartemen dan banyak sekali kantor, juga reputasi yang kami punya sebagai salah satu coffeeshop terbaik di CBD.

Dalam keadaan normal sebelum COVID-19, saya dan team hampir setiap hari mengalami hari yang sangat, sangat sibuk. Tarik angka rata-rata, dalam sehari dengan jam operasi 7 am- 4 pm kami bisa menghasilkan 600+ coffee (takeaway dan dine in), dan menghabiskan 10+ kg kopi. Very fun!

 

Collins St, CBD yang selalu ramai sekarang sangat sepi.

Perubahan Kondisi di Awal Pandemi

Maret 2020 menjadi tahap pertama penurunan dan perubahan situasi di Melbourne. Dimulai dengan himbauan work from home untuk pekerja kantor, effective immediately.

Lambat laun café pun menjadi sepi karena banyak sekali customer, terutama dari kantor besar sudah menjalankan peraturan WFH. Walau masih ada beberapa kantor kecil yang membolehkan mereka keluar rumah dan bekerja di kantor.

Dengan keadaan yang terus memburuk, PM Australia, Scott Morisson, mengeluarkan aturan baru yang sangat mempengaruhi industry hospitality. Dine-in atau makan di tempat, dilarang untuk semua restaurant dan café, dan hanya diperbolehkan untuk takeaway dan delivery. Dengan jumlah orang di dalam tidak lebih dari 20 orang. Dan itu baru stage atau tahap 3 restriction.

Angka new case di Victoria mengalami fluktuasi, perkembangan setiap hari terus dipantau dan nampak tidak membaik. Pada pertengahan bulan Juli kemarin adalah situasi yang bisa dikatakan puncak paling buruk, total new case di Victoria menduduki angka 700+.

Data kasus dan kematian yang riil, kecemasan dan ketakutan yang dialami penduduk, dan situasi ekonomi yang memburuk membuat pemerintah mengeluarkan keputusan yang lebih ekstrim.

Memasuki Tahap Lockdown

Yap, Melbourne memasuki stage atau tahap 4 lockdown, berlaku dengan efektif pada tanggal 6 Agustus 2020. Seperti apa tahap 4 lockdown, apa saja batasan yang bisa atau tidak bisa dilakukan oleh penduduk :

Batasan I

  • Exercise atau aktivitas olahraga diluar rumah dibatasi satu jam per hari

  • Belanja kebutuhan barang pokok hanya bisa dilakukan oleh satu orang per rumah, dalam radius 5 km dari alamat rumah masing-masing

  • Semua aktivitas belajar dilakukan di rumah. Sekolah dan universitas tutup

  • Transportasi umum dibatas ketersediaannya hingga tengah malam

  • Wedding atau pernikahan tidak bisa dilakukan atau banned terhitung tanggal efektif

  • Acara pemakaman atau funeral hanya boleh berlangsung di regional area atau di daerah diluar kota besar

    Batasan II

  • Jam malam diberlakukan dari 8pm – 5am

  • Kunjungan untuk orang terdekat atau intimate partners (pasangan) bisa dilakukan dalam radius 5 km – hal ini akhirnya di revisi menjadi lebih dari 5 km.

  • Pekerja yang tidak memungkinkan untuk bekerja dari rumah perlu surat khusus yang harus selalu dibawa saat perjalanan dan harus bisa dipertanggungjawabkan oleh pekerja.

  • Semua toko retail dan yang tidak termasuk dalam daftar essential (penting) harus tutup. Café dan restoran masih diperbolehkan beroperasi sebatas takeaway dan delivery. Dine in dilarang.

Perubahan Setelah Lockdown

Jadi kalau menurut peraturan baru, saya masih diperbolehkan untuk bekerja asal membawa surat khusus. Hal ini karena bisa saja jika satu waktu saya jalan ke tempat kerja, ternyata ada polisi yang sedang berpatroli dan menanyakan kepentingan saya diluar rumah.

 

Degraves Ln, salah satu tourist spot Melbourne yang selalu riuh. Seluruh café dan toko harus tutup.

Perihal pekerjaan, memang menarik jika dipikir kedai kopi masih boleh beroperasi, walaupun lebih banyak sedih dan menuntut kesabaran dari sisi pekerja dan bos. Pada dasarnya Australia kebanyakan menggunakan sistem labour per hour, yaitu membayar pekerja berdasarkan jam kerjanya.

Saya terhitung dalam sistem ini, tapi dikarenakan pandemic yang tak kunjung membaik, situasi di coffeeshop semakin sepi dan tidak ada orang yang lalu lalang di kota. Akibatnya jam kerja saya dikurangi, seperti minggu ini saya hanya bekerja dua hari itu juga total tidak lebih dari 20 jam.

Tentu saja saya paham dan berempati kepada bos ketika dia menelepon kemarin sore untuk memberitahu shift saya di cancel, karena percayalah tidak mudah menjadi pemilik bisnis apalagi yang bergerak di bidang hospitality dalam kurun waktu pandemic.

Berdasar gambaran situasi di atas, saya pribadi memilih untuk menyikapi situasi ini dengan sabar dan berupaya berpikir positif. Sulit memang, tapi itu menjadi tantangan tersendiri untuk selalu mencari kegiatan yang bisa mengisi waktu kosong di rumah.

Tetap menjaga rutinitas dan kebiasaan bangun pagi, olahraga, mengatur budget agar penghasilan yang terbatas tidak ‘bocor’, yaa salah satunya seduh kopi buatan sendiri di rumah.

Benar-benar harapan saya adalah situasi bisa pulih kembali sesegera mungkin dan kita bisa beraktifitas secara normal lagi. Saya yakin jika setiap individu mengikuti protokol yang ada, menerapkan nalar, dan bertanggungjawab untuk keamanan komunitas sekitarnya, kita bisa melalui ini secepatnya. Semoga.