Inovasi Bisnis Primadona di Tengah Pandemi

152
Inovasi Bisnis Primadona di tengah Pandemi
Photo by Libby Penner on Unsplash

Pandemi COVID-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia, mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat di tengah pendemi. Sesuai dengan anjuran pemerintah, masyarakat melakukan social distancing di mana masyarakat dihimbau untuk tidak pergi ke tempat yang ramai dan selalu menjaga jarak aman.

Akhirnya, pusat perbelanjaan ditutup, masyarakat sudah beraktivitas dari rumah, permintaan menurun, dan kebanyakan bisnis tidak dapat beroperasi seperti biasanya. Dalam situasi ini, pelaku usaha perlu memutar otak agar mampu menjaga bisnis tetap stabil saat permintaan sedang menurun.

Wabah virus Corona ini memang belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Sehingga sudah semestinya, untuk menjaga kondisi keuangan tetap stabil maka harus memiliki ide dan mencari penghasilan lain yang setidaknya bisa dikerjakan dari rumah.

Usaha rumahan merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan. Umumnya modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, selain itu lebih fleksibel.

Berawal dari Hobi menjadi peluang Bisnis

Untuk memulai peluang usaha rumahan di saat Pandemi seperti sekarang ini, yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan bakat dan minat untuk membuat sesuatu sehingga diminati atau dibutuhkan orang lain.

Berbagai inovasi diupayakan di tengah segala keterbatasan imbas dari masih mewabahnya pandemi. Justru tidak disangka, inovasi bisnis yang out of the box menjadi primadona bagi masyarakat, khususnya mereka yang kembali mendistribusikan waktu luangnya untuk hobi.

Baca juga: Pandemi dan Upaya Bertahan Hidup di Bawah Tekanan Mental

Sekali mendapatkan uang, hobi tersebut juga memberikan keuntungan dari segi finansial atau relevan untuk dikomersilkan. Pelaku usaha atau bisnis memang dituntut untuk pintar melihat peluang selain tetap mengkreasikan inovasi mereka, dan ujung tombaknya adalah marketing.

Berikut beberapa inovasi bisnis yang menjadi primadona selama pandemi Covid-19:

  1. Masker Produksi Rumahan

Di masa pandemi seperti saat ini kebutuhan akan masker meningkat tajam. Menggunakan masker merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kalau Anda masih ingat, di awal masa pandemi masyarakat banyak yang kesulitan untuk mendapatkan masker medis. Kalaupun ada, harganya juga sangat mahal. Beberapa saat kemudian, pemerintah menghimbau masyarakat memilih menggunakan masker kain tiga lapis. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka usaha masker kain.

Peluang usaha masker tentu terbuka lebar dan memiliki prospek yang menjanjikan. Hanya dengan modal minim keuntungan yang diperoleh sangat besar.

  1. Virtual Event Organizer

Di tengah Pandemi juga menyebabkan kegiatan yang sebelumnya harus dilakukan secara tatap muka sekarang harus dilakukan secara virtual. keterbatasan penguasaan teknologi, merupakan salah satu peluang yang dapat kita lakukan untuk dapat beradaptasi dengan keadaan saat ini dalam hal bisnis.

Karena dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, kita masih dapat terhubung, meskipun hanya kontak secara “maya” tidak secara fisik.

Virtual Event saat ini menjadi hal yang dibutuhkan agar kita dapat tetap terus berinovasi dan melakukan kegiatan seperti sebelumnya tanpa gangguan karena pandemi ini.

Hanya, memang dalam pelaksanaannya virtual event membutuhkan effort yang tidak sedikit dan bahkan lebih besar apabila dari sisi penyelenggaraan. Dalam komersialisasi, tentunya dibutuhkan modal yang cukup berat dibandingkan lini lainnya.

  1. Tanaman Hias

Selama masa pandemi ketika masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, tak sedikit diantaranya yang mulai menjalankan hobi baru, salah satunya berkebun atau menanam tanaman hias.

Tanaman hias tersebut pun bukan hanya untuk diletakkan di luar rumah saja tetapi juga banyak yang sudah menjadikannya sebagai bagian dari desain interior di dalam rumah atau yang saat ini lebih dikenal dengan istilah indoor jungle.

Kondisi ini tentu saja menjadi peluang yang cukup menjanjikan bagi yang ingin menjalankan bisnis tanaman hias. Apalagi untuk memulainya tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar dan bisnis ini juga bisa dijalankan oleh pelajar, ibu rumah tangga, maupun pekerja kantoran.

Segala keterbatasan pandemi bukan alasan untuk tidak survive secara finansial, kita dituntut untuk melihat sekecil apapun peluang, bukan hanya terdiam meratapi tanpa melakukan suatu tindakan. Seraya tetap melangitkan doa agar pandemi ini segera mengakhiri segala keterbatasan ini.

Penulis: M. Hilmy Daffa Fadhilah
(Mahasiswa PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)