Ingin Daftar Kuliah di Belanda? Catat 3 Hal Penting Ini.

676
Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi/Dito

Oleh:Dito Alif Pratama 

(Alumnus Vrije Universiteit, Amsterdam dan Nuffic Neso Indonesia)

Memilih tempat di mana kita akan belajar, sama saja dengan (ikhtiar) menentukan masa depan. Karenanya diperlukan usaha maksimal untuk mengenal lebih dekat dengan kampus tujuan. Mulai dari reputasi akademiknya, lokasinya, keberadaan bidang studi yang kita minati, juga mungkin biaya pendidikanya. Ini penting agar saat menjalaninya tidak terjadi penyesalan.

Bagi yang hendak belajar ke Belanda, mengenal kampus dan negara Belanda pun menjadi sebuah keharusan. Jarak kurang lebih 14.000 KM, antara ibu kota Jakarta-Amsterdam, bukanlah sebuah alasan untuk kita tidak mengenal secara mendalam iklim pendidikan di negeri kincir angin tersebut.

Tidak mesti repot-repot harus bolak-balik ke Belanda untuk mendaftar tentunya, cukup menggunakan internet dan perangkat sosial media yang kita miliki atau dengan membuka browser/’googling’ seputar pendidikan di Belanda, kita bisa dengan mudah mendapatkan sejumlah informasi penting seputar serba-serbi pendidikan tinggi di negeri tulip tersebut.

Berdasarkan catatan saya, ada 3 hal penting yang harus diketahui juga dipersiapkan sebelum memantapkan hati untuk berkuliah Belanda. Berikut catatan singkatnya:

Proses Pendaftaran

Pada umumnya, pendafataran kuliah di Belanda adalah melalui portal ‘studielink’,  sebuah platform resmi yang digunakan untuk mendaftar pada jurusan dan program studi yang diinginkan di institusi di Belanda.

Pendaftar akan terlebih dahulu diminta untuk membuat akun pribadi di portal ‘studielink’ ini, lalu mengisi kolom pertanyaan hingga memilih program studi yang diminati.  Berikut link platform studielink yang saya maksud: http://info.studielink.nl/en/studenten/Pages/Default.aspx

Perlu juga dicatat, kita juga terlebih dahulu harus memastikan kepada lembaga pendidikan tujuan, apakan kita diminta untuk mendaftar melalui ‘studielink’ atau tidak, atau cukup dengan mengontak (korespondensi) dengan bagian ‘admission’ pada kampus tersebut.

Dulu, saat saya hendak mendaftar di program studi master in Specialization Peace, Trauma, and Religion di Vrije Universiteit Amsterdam, yang saya lakukan adalah dengan terlebih dahulu mengontak tim admission mereka, menanyakan apakah saya cukup mendaftar via admission office, atau harus melalui studielink. Pihak admission mereka menjawab, ‘harus melalui studielink’, lalu saya membuat akun di ‘studielink’ dan mengisi form yang diminta.

Tidak hanya itu, penting kiranya untuk kita juga mengetahui tanggal permulaan akademik di bidang/jurusan yang diminati (intake date). Ada beberapa program studi di Belanda yang dimulai di musim dingin (winter), dan ada juga yang dimulai setelah musim panas (sekitar bulan September). Dan pada umumnya, tahun ajaran baru di Belanda dimulai pada bulan September di tiap tahunya, khususnya untuk program S1 dan S2.

Persyaratan Pendaftaran

Untuk mendaftar kuliah di Belanda, persyaratan pendaftaran yang dibutuhkan, pada prinsipnya, tidaklah jauh berbeda dengan negara-negara English speaking countries lainya. Hasil ‘English proficiency test’ seperti TOEFL dan IELTS (Umumnya IELTS yang lebih diprioritaskan) adalah persyaratan mutlak yang harus disiapkan.

Setiap kampus dan jurusan mempunyai standar yang berbeda-beda, pun tergantung jenjang akademik yang hendak dicapai. Standarnya adalah IELTS min. band 6 atau TOEFL iBT min. 80 untuk S1 dan IELTS min. band 6.5 atau TOEFL iBT min. 90.

Pihak kampus pun biasanya menyaratkan Ijazah dan transkip nilai jenjang pendidikan terakhir, motivation statement (catatan singkat tentang motivasi dan alasan ingin melanjutkan kuliah di bidang dan kampus yang diminati), curriculum vitae (CV), juga surat rekomendasi (biasanya untuk minimal jenjang S2). Kesemua dokumen ini cukup diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

Pemerintah Belanda, memalui tim Nuffic-nya, juga menyediakan sebuah portal untuk memudahkan masyarakat internasional yang ingin belajar ke Belanda untuk memilih dan memilih program studi yang dicari, yaitu melalui laman: https://www.studyfinder.nl/ Berikut penjelasanya:

Setelah kita meng-klik- https://www.studyfinder.nl/ di browser kita, akan keluar tampilan berikut ini:

https://www.studyfinder.nl/
https://www.studyfinder.nl/

Selanjutnya, kita bisa mulai mencari kampus dan jurusan studi dengan menulis kata kunci (keyword) di kolom ‘Search: find a study’, sebagai contoh, saya menulis keyword ‘master in finance’ (program S2 di bidang keuangan’).

https://www.studyfinder.nl/
https://www.studyfinder.nl/

Setelah kita menulis keyword di kolom ‘search’ tersebut akan muncul beberapa pilihan program studi di beberapa kampus di Belanda yang menyediakan program S2 di bidang keuangan sebagai berikut ini:

https://www.studyfinder.nl/
https://www.studyfinder.nl/

Tercatat, akan ada kurang lebih 43 program seputar ‘master in finance’ yang tersedia di di beberapa universitas di Belanda, salah satunya di kampus TIAS school for business and society, yaitu ‘Executive master in finance’. Langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah melihat jenis program dan penawaran dari beberapa kampus dan program studi yang tersedia, seperti kurikulum kuliahnya, biaya pendidikanya, persyaratan yang dibutuhkanya, hingga kontak yang bisa dihubungi untuk pendaftaranya.

Biaya Pendidikan dan Biaya Hidup

Galibnya, biaya pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting penentu lanjut tidaknya seseorang menempuh studi di salah satu lembaga pililhanya. Saya lihat, biaya pendidikan di Belanda tergolong murah jika dibandingkan dengan beberapa negara English-speaking countries lainya.

Sekalipun biayanya tergolong murah, kualitas pendidikanya tidaklah ‘murahan’, karena Belanda termasuk yang dikategorikan sebagai negara dengan sistem dan kualitas pendidikan terbaik di dunia. Nuffic Neso Indonesia mencatat, biaya pendidikan di perguruan tinggi di Belanda, untuk program Bachelor (S1) umumnya adalah sekitar 6000 – 12.000 Euro, sementara untuk program Master (S2) berkisar antara 8000 – 20.000 Euro.

Lagi-lagi, biaya ini akan tergantung pada jenis program (riset atau terapan) dan jurusan studi yang dipilih. Info lengkap seputar biaya di program studi yang kita minati bisa juga kita dapati di laman studyfinder.nl seperti diatas.

Untuk biaya hidup, Nuffic Neso juga merilis, berdasarkan survey kepada mahasiswa internasional di Belanda, biaya hidup mahasiswa internasional di Belanda berkisar 800 – 1000 euro. Ini juga akan tergantung dengan wilayah yang kita tinggali, biaya tinggal di Amsterdam, salah satu pusat perekonomian Belanda, tentunya akan berbeda dengan di Enschede atau Maastricht yang berada di wilayah ‘pedesaan’  di sebelah selatan Belanda.

Faktor lain yang juga akan sangat menentukan adalah ‘gaya hidup’ seseorang. Jikalau sudah berbicara gaya hidup, tidak lagi berbicara antara tinggal di kota dan di desa, dimana saja tidak akan jauh berbeda. Yang boros akan tetap boros dan yang hemat akan selalu berusaha untuk tetap hemat.

Yang saya rasakan, biaya ‘housing’ adalah salah satu yang paling banyak menguras keuangan bulanan. Berdasarkan pengalaman, biaya housing yang harus disiapkan untuk tinggal di kota besar, seperti Amsterdam, sedikit-dikitnya adalah sekitar 400-450 euro per bulan. Biaya ini sudah hampir setengah pengeluaran bulanan yang digambarkan tim Nuffic diatas.

Biaya makan dan masak yang saya keluarkan umumnya sekitar 200-250 euro per bulan, transportasi sekitar 30-50 euro (lebih sering menggunakan sepeda), pulsa telfon dan internet sekitar 30 euro (banyak memanfaatkan fasilitas Wifi saat di rumah dan kampus), juga kebutuhan tak terduga lainya sekitar 70-100 euro (bisa jadi lebih, jikalau banyak pengeluaran perintilan kampus dan ngopi ‘diskusi’ di luar).

Terlepas dari pengeluaran bulanan ini, memanfaatkan kesempatan untuk traveling ke beberapa negara di sekitar Belanda (masih dalam wilayah Schengen) juga perlu dicoba. Tidak perlu banyak dan sering, yang penting cukup untuk menambah wawasan dan pengalaman selama tinggal di eropa, selain tentunya juga harus menyesuaikan dengan ‘kekuatan finansial’ yang kita punya.