Hukum Salat dengan Pakaian Basah, Sah atau Tidak?

243
basah
Foto oleh Aleksandar Pasaric dari Pexels

Di musim penghujan seperti saat ini, tidak jarang kita dihadapkan dengan situasi di mana baju basah kuyup diguyur hujan ketika akan melaksakan salat berjamaah di masjid. Bahkan, tidak jarang juga banyak jamaah yang kehujanan ketika kebagian saf di emperan atau halaman masjid ketika masjid terisi penuh oleh para jamaah salat.

Baca juga: Spiritualitas Yoga dan Hal-hal yang tak Selesai.

Beberapa waktu yang lalu, sempat ramai di media sosial video santri yang sangat khusyuk melaksanakan ibadah salat walau tersiram derasnya air hujan, video ini menimbulkan banyak pertanyaan dari netizen yang ikut menonton video tersebut.

Salat Adalah Bentuk Ibadah Bersyarat

Mengingat salat adalah bentuk ibadah atau komunikasi seorang hamba dengan Allah Swt, apakah salat dalam keadaan pakaian basah itu sah? Mari simak penjelasan berikut.

Syeikh Abu Asy-Syuja’ menjelaskan dalam karyanya kitab al-Ghayah wa at-Taqrib, bahwa ada lima syarat yang harus dipenuhi saat akan melaksanakan salat, yaitu pertama sucinya anggota badan, baik dari hadas (baik hadas kecil maupun hadas besar) maupun najis. Kedua, menutup aurat dengan pakaian yang suci. Ketiga, wukuf di tempat yang suci. Keempat, mengetahui waktu masuknya salat. Dan yang terakhir, menghadap kiblat.

وشرائط الصلاة قبل الدخول فيها خمسة أشياء طهارة الأعضاء من الحدث والنجس وستر العورة بلباس طاهر والوقوف على مكان طاهر والعلم بدخول الوقت واستقبل القبلة

“Dan syarat-syarat salat sebelum melaksanakan salat ada lima, yaitu sucinya anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, wukuf atau bertempat di atas tempat yang suci, mengetahui waktu masuknya salat, dan menghadap kiblat.”

Kesimpulan dari penulis

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang salat atau sedang melaksanakan salat bajunya basah karena diguyur hujan, asalkan masih memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan, maka salatnya tetap sah.

Namun, akan lebih baik bagi siapapun yang akan melaksanakan salat dan bajunya basah, jika masih ada waktu untuk mengganti pakaian yang basah diguyur air hujan tersebut, maka lebih baik untuk menggantinya terlebih dahulu supaya bisa menjaga kekhusyukan salat dan merasa nyaman dengan pakaian yang dikenakan.

Dan bagi siapapun yang sedang melaksanakan salat lalu basah diguyur hujan, maka tetaplah melanjutkan salatnya selama ia tidak khawatir dengan bahaya cuaca yang melanda seperti adanya angin kencang, petir dan badai. Wallahu ‘Alam bi As Shawab.

Tulisan ini Pernah dimuat di bincangsyariah.com

Penulis: Ahmad Saerozi