Hikmah Penting yang Harus diketahui tentang Shalat Jum’at

156
shalat
Sumber Foto Bincangsyariah.com

Hari raya mingguan bagi umat Islam adalah hari Jum’at. Di dalamnya terkandung banyak keistimewaan diantaranya adalah ada waktu khusus bila seseorang berdoa akan dikabulkan doanya oleh Allah pada hari Jum’at.

Hitungan hari dalam seminggu ada tujuh. Salah satu harinya ada penamaan yang unik yaitu hari Jum’at ada yang membaca Jumuah. Jika ditelusuri lebih lanjut, hari-hari yang lain seolah menggunakan hitungan dalam bahasa arab.

Baca juga: Mengenal yang Spiritual tanpa Mengabaikan Akal

Misalnya Ahad artinya satu, Senin dari kata Isnaini yang berarti dua dan seterusnya. Namun hari yang keenam kenapa penamaannya tidak menggunakan kata “Sittah” yang berarti enam, tapi penamaan harinya ternyata Jum’at

Setiap muslim yang sehat jasmani dan ruhani berkewajiban menjalankan shalat jum’at karena hukumnya fardhu ‘ain bagi laki-laki, baligh, berakal sehat, merdeka. Shalat jum’at akan melatih kita untuk membiasakan diri agar menghargai terhadap waktu.

Tujuan Utama Shalat Jum’at

Imam Syatibi dalam kitab al-Muwafaqat menjelaskan bahwa mengetahui tujuan utama atau Maqasid suatu amalan merupakan dasar dalam menggali esensi atau ruhnya sebuah amalan. Imam As-Subuki dalam Fatawanya mengungkapkan secara gamblang fungsi, tujuan utama serta fadhilah dari shalat jum’at yaitu,

ﻭﻓﻲ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻘﺎﺻﺪ: ﺃﺣﺪﻫﺎ: ﻇﻬﻮﺭ اﻟﺸﻌﺎﺭ. ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: اﻟﻤﻮﻋﻈﺔ. ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﺗﺄﻟﻴﻒ ﺑﻌﺾ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺑﺒﻌﺾ ﻟﺘﺮاﺣﻤﻬﻢ ﻭﺗﻮاﺩﻫﻢ

Di dalam shalat jum’at ada tiga tujuan pokok. Pertama, Untuk menambah syiar agama Islam. Kedua, sebagai Mauidzah (petuah kebaikan). Ketiga, untuk merekatkan hubungan orang mukmin dengan yang lainnya dengan dasar kasih sayang sesama mereka.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa shalat jum’at sebagai media pemersatu umat Islam juga sebagai bukti syiar agama karena didalamnya mengajarkan kekompakan dan kedisiplinan terutama ketika sedang bertransaksi dianjurkan untuk berhenti terlebih dahulu demi menghadiri shalat jum’at.

Hal demikian bila direnungkan secara mendalam akan terlihat bahwa ajaran Islam tak hanya mengajarkan kepentingan dunia saja tetapi mencoba menstabilkan keduanya, materi memang penting tetapi pahala akhirat jauh lebih penting.

Pernah Meninggalkan Shalat Jum’at, Ini Cara Taubatnya

Seorang muslim yang sudah mencapai batas yang telah ditentukan (baligh) dan berakal maka ia wajib menjalankan segala kewajiban yang telah diberikan seperti shalat, zakat, puasa, haji bila mampu, juga shalat jum’at maupun hal lain.

Perjalanan hidup seseorang  sangatlah bervariasi, ada yang baik, taat menjalankan perintah, ada juga yang ahli maksiat, semua ibadah ditinggalkannya sampai datang masa penyesalan setelah merasa kekosongan akan ruhani, ia beranjak bertaubat, memperbaiki diri dan menambal kekurangan yang ada dalam dirinya.

Bila ia pernah meninggalkan shalat Jum’at maka cara bertaubatnya seperti yang dijelaskan oleh Imam Ramli dalam
Fatawanya menjelaskan,

تحصل توبته بأن يقضي ظهر يوم تركها ويعزم على عدم تركها

Cara bertaubat ketika pernah meninggalkan shalat jum’at adalah dengan mengganti atau mengqadha’ shalat dhuhur serta berupaya untuk tidak mengulanginya lagi.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa ibadah yang belum dilaksanakan dikarenakan beberapa hal maka harus diganti pada waktu lain. Hal ini bertujuan agar dirinya tak merugi di akhirat kelak atas kekhilafahan maupun keteledoran yang telah ia perbuat.

Tulisan ini pernah dimuat di Syahadat.id
Penulis: Moh Afif Sholeh, M.Ag