Guru Adalah Teladan Sepanjang Masa

76
Guru Adalah Teladan Sepanjang Masa
Photo by National Cancer Institute on Unsplash

“Setiap orang menjadi guru, dan setiap rumah menjadi sekolah.” Begitulah ungkapan yang menjadi teladan bagi kita dari seorang aktivis pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman Hindia-Belanda, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau lebih sering disapa sebagai Ki Hajar Dewantara yang d igelari Bapak Pendidikan.

Pada ucapan Beliau, “setiap orang menjadi guru” memberikan pemahaman bahwa, setiap orang di sekeliling kita itu adalah guru, baik orang tua, kerabat, teman, atau seseorang yang tidak kita kenal, dan bahkan buku atau internet sekalipun.

Itu semua tidak terbatas hanya berdasarkan gender maupun faktor usia muda atau tua. oleh karena itu, setiap orang yang memiliki suatu pengetahuan maka wajib untuk mengajarkan kepada seseorang yang tidak mengetahui, meskipun secara umur ia lebih muda. Bukan malah mendiskriminasi dan melabeli dengan kalimat “Bodoh. Makanya belajar!”

Baca juga: Self Improvement dalam Personal Branding

Pada kalimat kedua, “setiap rumah menjadi sekolah” mengandung makna bahwa, belajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Pendidikan tidak hanya sebatas di sekolah, tapi di rumah, disudut-sudut jalan, tempat tongkrongan, tempat hiburan, dan dimanapu itu bahkan di bawah lampu disko sekalipun.

Itu semua bertujuan untuk menekankan pada aspek memperkaya wawasan dan lebih bijak dalam berpikir. Pidi Baiq pernah mengungkapkan, “Bahkan seseorang pemabuk adalah guru bagiku, ketika dia teler dan nyungsep di comberan, dia mengajarkan aku untuk jangan jadi pemabuk.”

Dapat kita simpulkan bawah, setaiap orang (murid) diberikan kebebasan untuk belajar dari sumber yang beragam; guru, teman-teman, orang tua, lingkungan, buku, internet dan sebagainya. Juga belajar dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun, terutama dari rumah yang menjadi kunci pendidikan karakter anak pertama kali.

Mari Memahami Makna ‘Guru’

Dalam memahami makna guru perlunya kita mengetahui arti dasar dari kata guru tersebut. Secara etimologi guru berasal dari bahasa Indonesia yang diartikan oranng yang mengajar (pengajar, pendidik. Menurut Undang-undang No.14 Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidika dasar, dan pendidikan menengah.

Setalah mengetahui arti guru secara umum dan mendasar, penulis menguraikan bahwa ada dua tafsiran makna guru, yaitu secara profesional dan fungsional. Secara profesional, guru dimaknai sebagai seseorang yang berprofesi sebagai guru; mendidik, dan mengajar. Seperti guru di sekolah formal atau non-formal, guru bidang mata pelajaran, guru mengaji, dsb.

Sementara guru secara fungsional berarti peran seorang guru, seperti mengajarkan, mendidik, mentrasfer ilmu dan pengetahuan, memberikan pemahaman, dsb itu tidak sebatas hanya dari seseorang yang berprofesi sebagai guru, tapi juga seluruh orang yang mampu mengajarkan, mendidik, dan mentrasfer ilmu dan pengetahuannya untuk orang lain juga dikatakan sebagai guru.

Guru adalah Teladan Sepanjang Masa

Tentu kita mengetahui bahwa seorang guru merupakan orang tua kedua setelah ayah dan ibu. Mengapa demikian? Penulis menukil sebuah riwayat yang berbunyi:

لَوْلَا مُرَبِّى مَا عَرَفْتَ رَبِّى

“Seandainya tidak ada guruku, aku tidak akan mengenal Tuhanku (Allah SWT).”

Pada riwayat tersebut mengandung makna bahwa seorang guru adalah seseorang yang sangat berjasa dalam hidup kita yang kedudukannya itu setelah kedua orang tua. Ini merupakan analogi bahwa kita tidak akan mampu mengenal ilmu pengetahuan tanpa adanya seorang guru, terkhusus ilmu-ilmu agama.

Walaupun di era millennial sekalipun atau bahkan di lingkungan masyarakat digital peran guru tidak akan pernah tergantikan atau memudar. Karena untuk mentrasfer ilmu atau mensosialisasikan sebuah pengetahuan perlu adanya seseorang yang ahli dalam bidang tersebut, dan itu adalah seorang guru yang mengajarkan kepada kita.

Maka oleh karena itu, peran seorang guru tidak akan tergantikan sepanjang sejarah dari masa ke-masa. Seperti ungkapan Bill Gates, “Teknologi hanyalah alat. Namun, untuk menjadikan anak-anak bisa saling bekerjasama dan termotivasi, guru adalah yang paling penting.”

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah