Generasi Digital; Sandang – Pangan – Colokan

1074

Oleh: Lil Hasnah
(Social Media Savvy)

Tahun ini dianggap tahunnya generasi millenials dan generasi Z yang bisa disebut sebagai digital native dan technoholics atau yang singkat keduanya disebut sebagai Generasi Digital. Besarnya jumlah kedua populasi (59%) yang sudah melebihi dari jumlah semua populasi generasi usia selain menjadikan brand berlomba-lomba membuat karya dan perangkat yang cocok serta dapat menunjang kebutuhan para Generasi Digital.*

“Sandang, Pangan, dan Colokan” menjadi istilah baru untuk kaum muda ini dalam berkeseharian, tanpa colokan atau power bank seakan-akan hidup hampa, hancur, dan tersiksa karena tidak bisa upload dan mengecek tren di media sosial.

Eksistensi Instagram Story (IGS) dengan konten yang menarik dihiasi GIF atau sticker IGS lucu adalah sebuah pencapaian, bahkan baru-baru ini aplikasi TikTok yang awalnya sempat digadang-gadang sebagai media sosial kaum “alay”, kini banyak diikuti oleh para Selebgram (Selebritis Instagram), artis papan atas Indonesia dan juga dunia. 

Apakah hal tersebut merupakan awal kehancuran dunia? Tentu tidak. Beragam konten kreatif muncul, bahkan TikTok menjadi aplikasi media sosial #1 dengan pengunduh terbanyak di akhir 2019 hingga artikel ini dibuat (April 2020). Bahkan di saat pandemi COVID-19 dan menuju Ramadan 2020, kedua platform media sosial tersebut ramai konten, mulai dari konten jualan UMKM, brand besar yang relevan dengan keadaan pandemi & puasa, konten challenge dari Selebgram, hingga kaum awam.

Photo by @gisel_laaa TikTok.

Salah satu selebritis terkenal Indonesia, Gisel, pun ikut andil di #FlyingChallenge TikTok.

Para Generasi Digital dianggap makin kreatif karena mampu mempromosikan dirinya sendiri, misalnya dengan membuat konten D.I.Y. Dalgona Coffee, Cara Membuat Masker Kain Sendiri di Rumah, How To Make Un-bake cake, bahkan sampai menjadi instruktur untuk tantangan olahraga dan menari serta #FlyingChallenge atau dikenal dengan bergerak sambil terbang dan #PassChallenge yang banyak dikreasikan dan diposting di media sosial TikTok.

Tidak berhenti di situ saja, bahkan berkat daya kreativitas Generasi Digital yang cukup tinggi, produsen es krim Viennetta yaitu Wall’s mendapatkan keuntungan self-promoting karena entah dimulai dari mana produk lama ini tiba-tiba muncul kembali dengan konten-konten kreatif yang menunjukkan bahwa bisa merasakan bak Bangsawan walau #DiRumahAja dengan adanya es krim mewah ini.

Tapi apakah sehebat itu kreativitas Generasi Digital? Tentunya ada yang mendukung, pertama adalah alat yang cukup mumpuni seperti smartphone yang sudah bisa mengakses aplikasi Instagram, TikTok, Canva (sebuah aplikasi disain mudah) dan banyak lagi. Namun, tahun 2020 ini TikTok lah pemenangnya karena dengan 1 aplikasi handphone, kita dengan mudahnya bisa membuat konten dan editing yang luar biasa.

“TikTok adalah guru terbaik bagi Generasi Digital menghasilkan konten kreatif.”
– Lil Hasnah

*Generasi Digital terdiri dari Millennial (1980 – 1994 ) & Gen Z (1995 – 2010).