Dua Dialog Abu Aswad Ad-Duali dengan Sang Putri

477
abu
Photo by ‏🌸🙌 فی عین الله on Unsplash

Bagi para pengkaji ilmu bahasa Arab, khususnya mereka yang mempelajari ilmu tata bahasa Arab tentu tidak asing dengan nama Abu Aswad Ad-Duali. Beliau merupakan orang pertama yang menggagas ilmu tata bahasa Arab atau yang biasa dikenal dengan ilmu nahwu.

Percakapan Pertama

Salah satu cerita mengenai lahirnya ilmu nahwu adalah sebuah kisah yang menceritakan sebuah dialog antara Abu Aswad Ad-Duali dengan putrinya. Kisahnya menjadi salah satu alasan lahirnya ilmu bahasa Arab tersebut. Yaitu perihal salah baca sang putri ketika ia ingin memuji sebuah pemandangan langit pada malam hari.

Sang putri berujar :

“مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ”

Dengan pembacaan seperti itu, maka arti yang lahir adalah “Apa yang paling indah dari langit itu?”

Mendengar pertanyaan sang putri, maka Abu Aswad menjawab :

”النُّجُوْمُ”

“Bintang-bintang.”

Namun, ternyata sang putri bukan bermaksud untuk bertanya. Hanya saja ia bermaksud untuk memuji keindahan langit kala itu. Maka Abu Aswad membenahi ucapan sang putri dengan redaksi kalimat:

“مَا أَحْسَنَ السَّمَاءَ”

“Alangkah indahnya langit itu.”

Percakapan Kedua

Ada juga kisah yang serupa dengan dua pelaku yang sama, tetapi berisikan dialog yang berbeda. Bukan soal apa yang paling indah, melainkan perihal apa yang paling panas.

Sang putri berkata saat ia dan ayahnya tengah kepanasan:

“مَا أَشَدُّ الْحَرِّ”

Bila dibaca seperti itu, maka artinya : “Hal apa yang paling panas?”

Abu Aswad menjawab :

“الصَّعْقَاءُ مِنْ فَوْقِكِ وَالرَّمْضَاءُ مِنْ تَحْتِكِ”

“(Yang paling panas adalah) Matahari di atasmu dan batu panas di bawahmu.”

Namun, lagi-lagi si putri bukan bermaksud menanyakan hal itu. Hanya saja ia ingin mengeluh betapa hari itu sangat panas. Maka Abu Aswad membenarkan kalimat putrinya dengan berujar:

“مَا أَشَدَّ الْحَرَّ”

“Alangkah panasnya (saat ini).”

Artikel terkait Ilmu, baca Sedekah Ilmu.

Dari dua dialog inilah beserta faktor-faktor lainnya yang menjadi cikal bakal lahirnya ilmu nahwu; ilmu yang mempelajari tata bahasa Arab. Keberadaan ilmu nahwu sangatlah penting, ia juga menjadi faktor dalam keberhasilan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab.

Penulis: Zaim Najibudin Rahman