Dampak Diskon Belanja Digital

745
Photo_by_Claudio_Schwarz___@purzlbaum_on_Unsplash.jpg
Photo_by_Claudio_Schwarz___@purzlbaum_on_Unsplash.jpg

Diskon belanja bergelimpangan di media sosial.

Bahkan tak ayal sampai masuk ke email pribadi, kenapa bisa ya? Tapi, tunggu bukan masalah. kenapa ranah pribadi bisa disisipi oleh pesan digital yang ingin kita bahas kala ini.

Namun,lebaran #DiRumahAja yang sedang kita semua alami di tahun 2020 ini
karena persoalan pandemi yang dialami bumi. Banyak toko tutup, bahkan
di lapak paling terkenal se-Indonesia, Tanah Abang, hampir mengalami
kelumpuhan. Pedagang yang biasanya ramai omset saat Bulan Ramadan
dengan pesanan untuk menyiapkan parsel Lebaran, kado Lebaran,
bahkan ada yang khusus memesannya untuk diri sendiri sebagai bentuk
rasa bersyukur terhadap apa yang Tuhan berikan pada kita.

Hal-hal tersebut kini berbeda, di Lebaran 2020.
Kenapa bedanya? Semua sekarang menjadi serba digital akibat
#DiRumahAja. Data dari Nielsen menjabarkan perilaku konsumen yang
cukup banyak berubah setelah pandemi COVID-19, termasuk berbelanja.

Sumber: NIELSEN - RACE AGAINST THE VIRUS - Indonesia consumers' response towards COVID-19 (30/03/2020).
Sumber: NIELSEN – RACE AGAINST THE VIRUS – Indonesia consumers’ response towards COVID-19 (30/03/2020).

Dinyatakan 30% konsumen di Indonesia lebih sering melakukan belanja online untuk mengurangi kunjungan ke toko-toko offline dan pedagang modern (Mall), hal ini bisa dibilang walau tidak layak menjadi angin segar untuk para pemilik toko online dan e-commerce. Tanpa niatan buruk, segelintir “unicorn” berusaha membangun kembali ekonimi negeri ini dengan terus mempromosikan masing-masing lapak virtual yang ada di rumah digital mereka.

Hal paling terlihat adalah copywriting yang handal dengan mengandung kata-kata kesukaan para kaum hawa, yaitu: diskon, potongan harga, beli 1 gratis 2, gratis ongkir, mendapat poin tambahan dan bahkan ada yang bisa mengkonversikan belanja sebanyak sekian ratus ribu rupiah dengan donasi ke para pekerja lepas atau orang yang berdampak COVID-19.

Hal ini tidak salah, namun membuat orang yang bosan #DiRumahAja jadi makin menggila dengan sentuhan tangannya memilih barang-barang untuk dimasukkan ke keranjang virtualnya bahkan sudah terpikirkan untuk memesan parsel dari jauh-jauh Hari Lebaran bahkan THR (Tunjangan Hari Raya) pun belum tentu turun atau bahkan belum tentu dibayarkan di tahun ini. Ironi, tapi itu yang terjadi. Akhirnya belanja di keranjang virtual hanya bertengger entah kapan prosesnya dilanjutkan menjadi pembayaran.

” Diskon online Lebaran bisa jadi solusi dan bisa jadi bencana” Lil Hasna

Lalu, apakah potongan-potongan harga tersebut hanya menipu saja? Tentunya tidak. Beberapa memang benar adanya, terutama untuk kebutuhan pokok karena para pemilik e-commerce juga ingin melakukan hal baik, bukan cuma keuntungan yang Mereka lihat, tapi bagaimana stabilitas perekonomian berjalan membaik walau dalam masa pandemi. Trus bagaimana kita sebagai kaum awal mengatasi panggilan diskon virtual yang ada di mana-mana karena akibat kenangnya ads digital yang dilancarkan oleh para pemilik jasa belanja online? Nah, berikut tips dan trik buat belanja cermat serta aman dari diskon online

Poin yang pertama adalah, tentukan terlebih dahulu jenis dan barang apa saja yang kita butuhkan dan hendak beli (ingat pastikan berhemat karena tidak ada yang tahu kapan pendemi ini berakhir dan apa yang akan terjadi dengan hidup kita).

Kedua, saat Melihat ada diskon online baik di media sosial atau di platform digital lain saat kita sedang berselancar, jangan sekali-kali langsung melakukan pembelian, teliti dahulu detail harga dan sistem penjualannya. Apakah harga yang tertera adalah diskon untuk semua jenis atau harga tersebut jika kita melakukan minimal pembelian, lihat juga review dan sejarah produk terjual di toko online tersebut, lihat tanggal kadaluwarsa barangnya atau jangan segan untuk chat admin tokonya.

Instagram Story promo diskon Lebaran Tokopedia
Instagram Story
promo diskon Lebaran
Tokopedia

Hal ketiga adalah lakukan digital riset ke platform e-commerce lain. Jangan anggap sebuah diskon online yang kita lihat muncul saat kita sedang main game online atau mengecek Instagram Story adalah yang paling murah (kesalah besar). Ingat mereka sama halnya pedagang di Tanah abang, saling berkompetisi dan memikat dengan ajakan dan rayuan diskon yang mungkin di toko sebelah lebih besar lagi dan Anda sudah tertipu untuk membeli barang yang diskonnya tidak seberapa.

Lakukan cek manual ke beberapa platform belanja online lain dan lihat detailnya dengan pelan-pelan, kadang ada yang mewajibkan juga Anda melakukan pembayaran dengan metode bayar tertentu agar diskon bisa diambil pada akhir proses pembayaran, sehingga Anda mersa akan malas mengulang kembali dan terpaksa membeli produk yang diperkirakan sebelumnya mendapat diskon, tapi ternyata tidak.

Keempat, jika Anda termasuk yang memiliki gaya hidup praktis dengan kartu kredit, lebih baik saat ini saat pandemi dan perekonomian sedang goyah, pilihlah proses pembayaran yang tidak menyisakan beban hidup kedepannya dengan berhutang, sebab beberapa pembayaran kartu kredit di e-commerce juga suka menawarkan cicilan beberapa kali dengan biaya admin 0%, tapi tahukan bahwa ada biaya kepengurusan dari toko online yang mungkin bisa menambah total pembayaran tanpa Anda sadari apalagi klo Anda belanjanya cukup banyak, tak akan terlihat karena akan Anda anggap sebagai biaya jasa pengantaran.

Poin terakhir yaitu yang kelima, jangan lupa menyisihkan beberapa anggaran untuk belanja di kemudian hari, Ingat hidup nggak selesai di Lebaran kali ini, masih perlu banyak pembekalan yang disiapkan setelahnya dan pasca COVID-29, karena tanpa Anda sadari setelah Lebaran usai pun akan ada kembali yang namanya diskon belanja digital.

*Lil Hasna , Penggiat Literasi Digital dan Social Media Savvy