Berkurban Atau Sedekah ?

125
Photo by Jackson David on Unsplash

Badai covid 19 belum sepenuhnya usai, meskipun hari raya kurban kembali datang. manakah yang paling utama diantara berkurban dan sedekah ?

melihat Angka kematian per 20 Juli 2021 mencapai 2,88 juta kasus. Kamar-kamar rumah sakit masih penuh sesak terisi pasien akibat covid, dan sisanya, puluhan ribu orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.  Sementara data Kementrian Ketenagakerjaan mencatat 39.977  perusahaan di sector formal  merumahkan karyawanya.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional dengan berbagai cara untuk membantu masyarakat keluar dari situasi ini.

Momentum hari raya kurban sebenarnya memiliki potensi untuk menampung financial resources yang cukup besar untuk dapat membantu korban covid-19. Sehingga melihat kondisi seperti ini manakah yang lebih utama antara berkurban atau bersedakah, dengan memangdang bahwa masyarakat lebih membutuhkan uang daripada daging kurban?

Ikhtilaf Para Ulama

Menjawab persoalan diatas terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat) diantara para ulama tentang mana yang lebih utama antara ibadah kurban dengan sedekah sunnah biasa. Mayoritas ulama (jumhurul ulama) berpendapat bahwa ibadah kurban lebih utama dibandingkan sedekah sunnah, dengan memandang bahwa didalam berkurban terdapat unsur sedekah dan unsur lainnya.

(السَّابِعَةُ) مَذْهَبُنَا أَنَّ الْأُضْحِيَّةَ أَفْضَلُ مِنْ صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ لِلْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ  الْمَشْهُورَةِ فِي فَضْلِ الْأُضْحِيَّةِ وَلِأَنَّهَا مُخْتَلَفٌ فِي وُجُوبِهَا بِخِلَافِ صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ

“Madzhab Syafi’iyyah mengatakan bahwa kurban lebih utama dari pada sedeh sunnah lainnya, berdasarkan hadis-hadis sahih yang sudah masyhur mengenai keutamaan kurban. Bahkan ada pendapat yang mewajibkan kurban. Sementara sedekah tidak ada yang berpendapat demikian. (Majmu’ SYarah Muhadzab 8/425)

Pendapat yang lain menyatakan bersedekah lebih utama dari berkurban.

، وَرُوِيَ عَنْ بِلاَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَال: لأَنْ أَضَعَهُ فِي يَتِيمٍ قَدْ تَرِبَ فُوهُ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُضَحِّيَ، وَبِهَذَا قَال الشَّعْبِيُّ وَأَبُو ثَوْرٍ، (الموسوعة الفقهية الكويتية ١•۷ /۵ )

diriwayatkan oleh sahabat Bilal bahwa belia pernah berkata “memberikan makanan kepada amak yatim yang mulutnya kekeringan lebih aku sukai daripada berkurban”. Atas perkataan Bilal ini, al-Sya’bi dan Abu Tsaur berpendapat bahwa sedekah lebih utama daripada kurban”. (Maushu’ah AlKutiyyah 107/5)

Baca juga: Kurban dan Ketakwaan Seorang Hamba

Dengan demikian, dalam kondisi pandemi seperti ini, pendapat yang menyatakan sedekah lebih utama daripada berkurban bisa menjadi pijakan solusi ditengah pendemi yang tak kunjung henti.

Penulis: Umam Annahar