Berhijrah Meneladani Wanita Penghulu Surga

353
Berhijrah
Photo by cottonbro from Pexels

Sebagaimana yang kita ketahui, sudah banyak alhamdulillah di luar sana. Teman-teman muslimah kita yang memutuskan untuk berhijrah.

Di sini, saya tidak hendak menjelaskan tentang apa sih itu hijrah? Atau apa saja keutamaan dari hijrah? Karena saya yakin sudah banyak yang membahas tentang hal tersebut.

Sosok Muslimah Panutan Hijrah

Di sini saya ingin menekankan, kira-kira siapa sosok wanita muslimah yang bisa kita jadikan panutan dalam berhijrah tersebut? Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أربع سيدات نساء العالمين,  فاطمة بنت محمد و خديجة بنت خويلد وآسية بنت مزاحم ومريم بنت عمران.

Kata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda bahwa ada empat orang (yang menjadi) tuannya seluruh perempuan di alam semesta ini.

Yang pertama adalah Fatimah binti Muhammad yaitu putri beliau sendiri, yang kedua Khodijah binti Khuwailid, istri beliau.

Yang ketiga Asiyah binti Muzahim, yang merupakan istri seorang raja yang dzalim yaitu Fir’aun.

Dan yang ke empat adalah Maryam binti Imron, seorang wanita suci yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda dari Nabi Isa ‘alaihis salam.

Mengapa Mereka Istimewa?

Untuk Sayyidah Fatimah, kita bisa mendapatkan karakternya sebagai sosok wanita muslimah yang sederhana. Beliau terkenal dengan sifatnya yang pemalu dan zahid atau tidak suka dengan duniawi.

Yang kedua, Sayyidah Khadijah, menurut saya beliau cocok sekali dijadikan panutan sebagai jargon yang sekarang sedang booming yaitu empower women atau memperdayakan wanita.

Karena Sayyidah Khadijah ini, beliau merupakan seorang pengusaha dan beliau memiliki keberanian yaitu ketika beliau menemukan sosok seperti Nabi Muhammad empower shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tidak malu untuk melamar Nabi Muhammad menjadi suaminya.

Dan setelah itu pun beliau mengorbankan harta kekayaannya untuk berjuang di agama Allah.

Yang ketiga, Asiyah binti Muzahim yang merupakan istri dari penguasa yang dzalim yaitu Fir’aun. Seorang raja yang mengaku Tuhan.

Tapi Sayyidah Asiyah tetap bertahan untuk menjemput hidayah dari Allah dan memilih untuk tetap beragama Islam dan mempertahankan Imannya.

Dan beliau pun tetap tegar wlalupun diberi hukuman oleh suaminya sendiri.

Yang ke empat, Maryam binti Imron, yang merupakan sosok wanita suci dan sangat ikhlas ketika harus menerima takdir dari Allah, yaitu menjadi Ibunda dari Nabi Isa ‘alaihis salam.

Nah teman-teman semuanya, ketika kita memutuskan untuk berhijrah, ada baiknya kita meneladani empat sosok wanita yang telah disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hijrah Harus Totalitas

Kita tidak bisa untuk setengah-setengah dalam berhijrah.

Misalnya, kita memilih untuk menutup muka kita, atau menutup anggota tubuh kita semuanya, tapi di satu sisi kita tetap memiliki ketertarikan kepada dunia.

Sudah seharusnya ketika memutuskan untuk menutup anggota tubuh kita, itu disertai keinginan kita yang kuat untuk juga menjadi sosok seperti Sayyidah Asiyah, yang mana beliau tidak tertarik dengan dunia, dengan kekayaan dan dengan kekuasaan suaminya.

Tapi beliau tetap teguh untuk mempertahankan iman di dalam hatinya.

Begitu juga kalau misalnya kita memilih untuk menjadi seorang wanita karir, misalnya. Kita bekerja, kita memberdayakan potensi kita.

Tidak apa-apa, asal kita tetap memiliki malu yaitu kita tidak menjadi wanita yang gampang ke sana gampang ke sini.

Tapi kita tetap memiliki malu dan pendirian. Karena kita adalah seorang muslimah.

Oleh karena itu, sahabat Mading ada baiknya ketika kita memutuskan untuk berhijrah, mari kita meneladani karakter dari empat tokoh yang disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemimpin dari seluruh perempuan di alam ini.

Terima kasih, semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penulis: Atina Balqis Iskandar