Another London Story; Tips Raih Beasiswa LPDP!

807
https://www.facebook.com/deviana.dewi

Halo, sahabat Mading. Kali ini kita bersama Deviana, alumni dari University of Sussex, Inggris. Pada kesempatan kali ini, Devi ingin membagikan pengalaman terkait perjuangan bagaimana mendapatkan beasiswa LPDP.

Pengalaman adalah Pengabdian

Pastikan kalian memiliki pengalaman kelembagaan atau organisasi khususnya di masyarakat. Misalnya di organisasi kampus, saat menjadi mahasiswa di Indonesia, Devi aktif dalam Himpunan Mahasiswa HI (Hubungan Internasional). Tak cukup sampai situ, kegiatan di luar kampusnya diisi dengan menjadi volunteer di bidang pembangunan masyarakat atau community development di desa Sembalun Lawang, Lombok. Baginya, pengalaman di masyarakat membuat kita menjadi lebih yakin bahwa kita memang mencintai tanah air dengan rasa peduli, oleh karena itu kita menunjukan bakti terhadapnya melalui pengabdian kita.

Know your Goals!

Pastikan bahwa kalian menginvestasikan waktu untuk mencari tahu kira-kira bidang apa atau program studi apa yang ingin kalian geluti, karena LPDP memberikan beasiswa pasca sarjana atau post graduate study di jenjang master degree. Sehingga, ketika sudah mendapatkan beasiswa LPDP dan menjalani perkuliahan melalui program pasca sarjana, kita akan dianggap sebagai master di bidang tersebut.

Devi sendiri memiliki ketertarikan di bidang pembangunan masyarakat atau community development, ia berharap pekerjaannya di masa mendatang, bisa memberikan dampak kepada masyarakat luas. Demikian alasan Devi menggeluti bidang development studies.

Berani Merepotkan Diri

Menurut Devi, seringkali banyaknya persyaratan yang diminta oleh LPDP sudah membuat pendaftar menjadi takut duluan, bahkan beberapa temannya merasa malas saat melihat panjangnya list dokumen yang harus kita persiapkan. Devi sendiri merasa kerepotan saat harus mempersiapkan semua dokumen ketika masih tinggal di Palu. Pada saat itu, Palu merupakan kota dimana dirinya bekerja untuk sebuah LSM, yaitu Wahana Visi Indonesia.

Dan dari Palu, Devi harus mempersiapkan semua dokumen persyaratan dimana orang tuanya tinggal di Purwakarta. Sehingga harus banyak melakukan komunikasi dengan keluarga dan melakukan koordinasi intensif dengan dosen ketika S1 di Bandung.

Intinya jangan takut repot. Usahakan bahwa teman-teman selalu mengingat motivasi teman-teman dan semangat teman-teman yang akan membawa teman-teman menikmati prosesnya.

Jangan Takut Gagal

Nah, yang terakhir jangan takut gagal. Karena, Devi pun pernah merasakan kegagalan pada tahun 2013 ketika mendaftar beasiswa chevening yang merupakan platform beasiswa lainnya untuk negara tujuan Inggris dan belum berhasil mendapatkannya. Tetapi, dirinya tidak patah semangat. Tahun berikutnya, Devi berkomitmen untuk lebih mempersiapkan diri dan saya juga lebih menambah pengalaman hingga akhirnya berhasil meraih beasiswa LPDP.

Terkadang ketakutan akan gagal itu membuat kita bahkan takut untuk mencoba. Ada satu kutipan yang sangat menginspirasi saya untuk terus belajar dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, yaitu “if you are not willing to learn, no body can help you. But if you are willing to learn, no body can stop you”.

*hasil bincang santai dengan Deviana, LPDP Awardee for University of Sussex United Kingdom.