5 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Studi di Luar Negeri

232
Studi
Photo by Muhammad Rizwan on Unsplash

Ada beberapa hal yang harus disiapkan ketika kalian ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Hal ini harus dipenuhi karena merupakan standar kampus dan atau institusi penyedia beasiswa.

Hal ini perlu disiapkan sejak dini karena tidak mudah dan cukup membutuhkan biaya. Waktu satu tahun bisa dikatakan tidak cukup jika tidak direncanakan secara matang. Nah apa saja yuk kita simak.

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae atau CV adalah sebuah format tulisan yang berisi tentang riwayat hidup kandidat mahasiswa. Isinya mulai dari biodata, riwayat Pendidikan, karir atau pengalman kerja, hard skill, soft skill, keikutsertaan dalam kegiatan dan organisasi.

Artikel terkait Kuliah, lihat Kuliah Gratis di Universitas Terbaik Dunia Sambil Rebahan.

Jika ada bisa ditambah publikasi. Pihak kampus meminta CV karena ingin melihat track records kandidat mahasiswanya. Sehingga CV menjadi faktor sangat penting.

Personal Statement

Personal Statement secara sederhana adalah sebuah essay tentang kandidat mulai dari apa yang telah kalian lakukan sebelumnya, apa yang sedang dikalukan sekarang, dan apa rencana kalian setelah studi di luar negeri.

Bisa dikatakan mirip dengan CV akan tetapi personal statement ditulis dengan tujukan untuk menunjukan kenapa kalian harus terpilih menjadi mahasiswa kampus yang dituju berdasarkan konsep before-now-future.

Isinya sekitar 500-1000 karakter, tentu setiap kampus berbeda-beda kebijakannya. Disini kalian harus secara hati-hati mendeskripsikan diri kalian sebagai sosok kandidat mahasiswa yang potensial.

Kalian bisa bertanya-tanya ke senior kalian yang sudah di luar negeri tentang tips membuatnya atau tunggu tulisan selanjutnya di madding.id

Study Plan

Study Plan adalah essay seperti Personal Statement namun bedanya study plan. Personal Statement  berisi tentang beberapa hal seperti, alasan kalian memilih kampus tersebut, memilih jurusan, memilih negara tujuan, apa korelasi jurusan dengan jurusan sebelumnya atau dengan pengalaman kerja sebelumnya.

Dari sini pihak kampus ingin melihat secara detail seberapa paham kalian tentang kampus yang dituju, negara dan jurusan anda pilih. Jadi sarannya adalah pelajari betul jurusan yang kalian akan pilih. Apakah benar-benar sesuatu yang anda butuhkan untuk tujuan yang telah kalian tulis di Personal Statement.

GRE/GMAT

GRE (Graduate Records Examinations) atau GMAT (Graduate Management Admission Test) secara sederhana adalah sebuah tes potensi akademik. GRE atau GMAT dibutuhkan khususnya bagi kalian yang ingin study ke U.S atau kampus Top 10.

Keduanya berbeda menurut The Printon Review , GRE diperuntukan untuk hampir semua jurusan selain rumpun ilmu ekonomi atau business school*. Sedangkan GMAT hampir diwajibkan oleh business school.

Walaupun ada juga business school yang mau menerima GRE juga tapi sedikit. Kenapa demikian, hal ini berdasarkan konten tes keduanya, GRE lebih didominasi analytical writing sedangkan GMAT didominasi quantitative analytical.

Jadi kalau kalian ingin mengambil jurusan di rumpun ekonomi,alangkah baiknya ambil GMAT.

TOELF/IELTS

TOEFL (Test of English as Foreign Language) ataupun IELTS (International English Language Testing System) adalah sebuah tes kemampuan berbahasa Inggris.

TOEFL sendiri diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh di dunia. Karenanya TOEFL sering kali diminta oleh universitas di Amerika dan Kanada.

Sedangkan IELTS diselenggarakan bersama oleh  Universitas Cambridge, British Council dan IDP Education Australia. Sehingga sering kali diminta oleh universitas di Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Namun tidak usah khawatir karena baik di Amerika atau di Australia sudah banyak kampus yang menerima keduanya.

Penulis: Hasyim Habibi