Tabula Rasa

Kiriman berupa naskah sastra: puisi, cerpen atau prosa.

Pagiku dan Kenikmatan-Mu

kutuliskan senyuman pagi dalam secercah kertas harapan. memantau setiap jiwa yang bergegas mencari anugerah pemberian tuhan. imajinasi ku terbangun sudah. beranjak pergi menulusuri jengkal demi jengkal kekuatan...

Kubentangkan Ilmu dan Sajadahku di Kota Depok – Part 1

         Sesuai dengan agama, bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya. Itu berarti ada konsekuensi melakukan dosa jika kita masih muda akan...

Mantan

satu hati yang pernah terpatri dalam hati. bersama pernah mengarungi bahtera kebersamaan. dan jatuh serta putus dalam kata perpisahan. kata perkata pernah saling diucapkan. entah janji atau hanya...

Tak Jua Beranjak

Entah sudah berjuta kata Beribu kalimat beratus paragraf Tersusun mengabarkan kasih sayang-Nya Tapi engkau tak jua beranjak Entah sudah berkeping kaset Beribu eposede berlayar-layar film Diskenariokan untuk kelembutan dan damai-Nya Tapi...

DIRIKU YANG LAIN

Perjalan menuju tempat baru, meninggalkan kota Bandung yang dipenuhi kenangan manis. Palingku ingat waktu makan seblak dengan pedas gila, ayah dan ibu hanya tertawa...

𝙰𝚍𝚊 y𝚊𝚗𝚐 D𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 T𝚊𝚔 D𝚒𝚞𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐

𝙰𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚍𝚒𝚞𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙼𝚎𝚗𝚓𝚎𝚖𝚙𝚞𝚝 𝚊𝚜𝚊 𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚋𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊 𝙿𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚋𝚊𝚛, 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚂𝚎𝚖𝚞𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊 𝙱𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚂𝚎𝚛𝚊𝚖𝚋𝚒...

Kursi dan Pandemi

Lucunya negeriku Mereka sibuk menata kursi Kami masih dibayangi pandemi Lucunya negeriku Mereka sibuk yang katanya memperjuangkan Kami masih berjuang sendiri demi kehidupan Pandemi belum mereda Pemerintah ngotot pilkada Katanya menjaga suara...

Sajakku Untukmu

Kau hebat, kasih. Hanya dengan sebutan namamu saja, membuat hatiku berdesir begitu hebat. Hanya dengan suaramu saja, membuat jiwaku bergetar begitu kuat. Hanya dengan munculnya bayangmu sebentar...

Sebungkus Mie Instan Adalah Jawabannya

Sore itu, Panji sedang berhadap-hadapan dengan laptopnya. dia sedang adu tatap siapa yang paling kuat di antara mereka, tapi akhirnya panji menyerah. Panji pun...

Ayah – Puisi

Kau pegang erat jemariku Menembus batas waktu Tak pernah kau ucap keluh Bismillah, niat ingsun pados nafkah kagem keluarga, lillah Kata yang tak terdengar telinga Namun mampu disimak mata...