Tabula Rasa

Kiriman berupa naskah sastra: puisi, cerpen atau prosa.

Kita Adalah Pecundang Yang Sebenarnya – Part 2

Orang-orang di warung tempat Kita duduk silih berganti, tapi kami tidak. Kusulut rokok yang sedari tadi kuletakkan di meja, kuhisapnya sambil menyerutup kopi. “Ah, seandainya...

Kita Adalah Pecundang Yang Sebenarnya – Part 1

Entah berapa lama ini akan berlangsung. Dua tahun, lima tahun, ataukah selamanya. Aku sungguh tak punya ide dan benar-benar tak ingin memikirkannya. Malam itu,...

Di bawah Ridho Abah – Part 1

.....Di bawah Ridho Abah..... "Dik, aku akan segera melamarmu!" tutur Bang Alwi melalui pesan singkat kepadaku. Malam itu hatiku berbunga-bunga, riang gembira tak karuan mendengar kabar...

Di Ambang

Rasaku di ambang Lakuku terhalang Ke utara terhempas Ke selatan terlepas Dimana pijakanku Ruangku bak benalu Menompang bertumpu Tak kenal kata malu Tak adakah rangkul rasa Biarpun di tegur, aku tak apa Berbagi beban...

Azizah Untukmu

Dua rembulan dua fitri Satu perempuan dua laki laki Ibuku terkadang perempuan Sesekali lelaki, gagah sigap melindungi Maafku mengalir sebelum lahir sampai aku pergi Maafku tak menunggu fitri Maafku tak...

Sebabak Penantian

Aku harus bagaimana sayang? Karena nampaknya... Aku masih harus lebih bersabar Sebelum nanti... kita akan berjarak, mungkin hanya satu debar Namun, siapa yang bertanggung jawab pada janji? Jika...

Kisah Menjelang Lebaran “Anip dan Keluarga”

Menjelang lebaran Anip merenung di bawah pohon mangga miliknya yang terletak di samping rumah, ia merenung di bayang, tempat ia dan tetangganya janduman setiap...

Penantian Kabar Si Anak Nelayan

“Yowis dek, yang penting kamu jaga kesehatan, ojo males makan, kalau ada apa apa kabari mas, doain semoga urusan disini lancar, Bancakan (panen: bahasa...

Hening

Kamu tau, apa yang paling menggelisahkan sayang? Saat Hening pecah dimana-mana, kosong. Kau disana dan aku disini, Lantas bagaimana dengan kita? Jarak tak dekat Rindu melekat Resah kian mengikat Kerena...

Segaris Waktu

Ini sudah kali kedua dan aku masih rindu. Rasanya masih sama. Resah... Sebab, kini kita sulit untuk berbahasa. Oleh segaris waktu semarang - jakarta. Memisahkan dan menakutkan. Lalu, kamu kemana?...